Maranatha dan Bappenas Kembangkan Pusat Riset Kelor Dukung Penurunan Stunting

Universitas Kristen Maranatha dan Kementerian PPN/Bappenas berkolaborasi mengembangkan pusat riset Moringa oleifera untuk kesehatan ibu, anak, dan penurunan stunting.

Universitas Kristen (UK) Maranatha menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung implementasi Trisula Pembangunan serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. Salah satu fokus utama kerja sama adalah pengembangan National Moringa oleifera Research and Development Center.

Selain pusat riset kelor, kerja sama ini juga mencakup pertukaran data dan informasi, serta upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui inisiatif ini, UK Maranatha diharapkan mampu berkontribusi pada program nasional di bidang kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam mempercepat penurunan angka stunting di Tanah Air, seperti dilansir dari Medcom.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilangsungkan di kampus UK Maranatha, Bandung, pada Senin, 30 Maret 2026. Acara penting ini dihadiri oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, beserta jajaran, serta pimpinan UK Maranatha dan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM).

Rektor UK Maranatha, Frans Umbu Datta, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan ini. "Kebanggaan luar biasa dan tonggak sejarah bagi UK Maranatha. Kiranya MoU ini berujung pada tindak lanjut nyata, dan teristimewa dapat bermanfaat besar bagi masyarakat Republik Indonesia," ujarnya pada Selasa, 31 Maret 2026.

Ketua Umum YPTKM, Orias Petrus Moedak, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menyoroti bahwa kesempatan bagi perguruan tinggi swasta untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal strategis nasional merupakan hal yang langka. "Suatu kehormatan bagi kami UK Maranatha, kami sangat gembira menyambut kerja sama ini, dan akan melaksanakan sebaik-baiknya," kata Orias.

Orias juga mengungkapkan beberapa kendala internal yang dihadapi kampus dalam pengembangan kapasitas, serta potensi kerja sama untuk meningkatkan fasilitas laboratorium, terutama di bidang riset bioteknologi. Ini menjadi salah satu area yang dapat diperkuat melalui kemitraan ini.

Menteri PPN, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk turut membangun Nusantara. Ia secara khusus menyoroti potensi Moringa oleifera (kelor) sebagai inti dari kolaborasi yang akan dilaksanakan.

Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa kelor adalah tanaman dengan kandungan gizi yang kaya, berpotensi besar mengatasi berbagai masalah kesehatan di Indonesia, termasuk stunting. Ia berharap UK Maranatha dapat menjadi pelopor pengembangan kelor kelas dunia melalui proses bioteknologi canggih. "Supaya Maranatha bisa menjadi pusat penelitian Moringa oleifera kelas dunia," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Centre of Excellence for Biomedical Innovation & Regenerative Sustainability Fakultas Kedokteran (FK) Maranatha, Theresia Monica Rahardjo, mempresentasikan program riset dan pengembangan Moringa oleifera yang akan menjadi bagian dari kerja sama dengan Kementerian PPN. Ia menambahkan, "Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kita masih lemah dalam translasi riset dari bentuk awal menjadi produk jadi."

Melalui pusat riset Moringa, UK Maranatha siap mendukung program kesehatan ibu dan anak serta upaya percepatan penurunan stunting secara nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam mendorong pembangunan berbasis riset dan inovasi di Indonesia.

Recommended