Sejumlah Maskapai Batalkan Penerbangan ke Timur Tengah

Sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan ke Timur Tengah setelah serangan AS dan Israel ke Iran, menyebabkan gangguan penerbangan global.

Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran berdampak pada industri penerbangan. Banyak maskapai penerbangan yang terpaksa membatalkan penerbangan ke Timur Tengah. Situasi ini menyebabkan gangguan penerbangan global yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

Flightradar24 mencatat ruang udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain hampir kosong pada Sabtu (28/2). Regulator penerbangan Uni Eropa mengeluarkan rekomendasi agar maskapai penerbangan menghindari wilayah udara yang terdampak intervensi militer.

Analis Penerbangan yang berbasis di Inggris, John Strickland, menyampaikan kekhawatirannya mengenai dampak pembatalan ini. "Akan ada ratusan ribu orang yang terjebak di berbagai belahan dunia tanpa kepastian kapan mereka dapat pindah," kata John Strickland dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2026).

Aegean Airlines, maskapai penerbangan terbesar Yunani, menangguhkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv (Israel), Beirut (Lebanon), dan Erbil (Irak) hingga 2 Maret 2026. Maskapai penerbangan Kazakhstan juga melakukan tindakan serupa dengan membatalkan semua penerbangan ke Timur Tengah hingga 3 Maret 2026.

Air Europa (Spanyol) membatalkan penerbangan ke Tel Aviv hingga Senin (2/3) dan memantau situasi untuk kemungkinan beroperasi mulai Selasa (3/3). Air India turut membatalkan penerbangan yang dijadwalkan dari Delhi, Mumbai, dan Amritsar ke London, New York, Chicago, Toronto, Frankfurt, dan Paris.

Azerbaijan Airlines menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai, Doha, Jeddah, dan Tel Aviv. British Airways juga membatalkan penerbangan ke Tel Aviv, Bahrain, dan Amman hingga 3 Maret 2026.

Cathay Group Hong Kong, induk dari Cathay Pacific Airways, menangguhkan operasi di wilayah tersebut. Penangguhan ini memengaruhi penerbangan penumpang ke dan dari Dubai dan Riyadh, serta layanan kargo di bandara Al Maktoum, bandara kedua Dubai setelah Bandara Internasional Dubai.

Emirates Kuwait mengumumkan penangguhan sementara operasi ke dan dari Dubai melalui unggahan di X. Penangguhan disebabkan oleh penutupan wilayah udara Irak, Iran, dan Israel.

Recommended