Menhub Jelaskan Penyebab Harga Tiket Pesawat Mahal

Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan beberapa faktor penyebab mahalnya harga tiket pesawat rute domestik, termasuk Jakarta-Aceh dan Jakarta-Medan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan penjelasan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk rute domestik. Kenaikan harga ini terjadi pada rute penerbangan Jakarta menuju Aceh dan Medan.

Menurut Dudy, kenaikan harga tiket pesawat adalah hal yang wajar karena adanya peningkatan permintaan menjelang hari besar. Pemerintah, kata dia, telah memberikan stimulus berupa diskon transportasi untuk membantu masyarakat agar dapat menjangkau harga tiket pesawat.

"Ketika ada high demand kemudian supply sedikit, berarti harganya pasti naik. Lebaran maupun kegiatan apapun itu, liburan, Lebaran, atau event-event besar, di mana perjalanan masyarakat tinggi, pasti biasanya harga itu pasti akan naik dan itu terjadi di mana saja," ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Sebelumnya, kenaikan harga tiket rute Jakarta-Aceh dan Jakarta-Medan juga sempat melonjak menjelang akhir tahun 2025. Kenaikan harga saat itu merupakan akumulasi dari kondisi pasca-bencana di Aceh dan Sumatera.

Selain itu, Dudy menjelaskan bahwa jumlah armada pesawat yang tersedia saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi COVID-19. Jika sebelum COVID-19 jumlah armada pesawat domestik mencapai 700 unit, saat ini hanya tersedia setengahnya.

"Jadi pada saat sebelum COVID-19 itu pesawat sampai 700. Sekarang yang tersedia setengahnya. Jadi inilah yang menjadi tantangan buat kita, bahwa ketersediaan pesawat ini membutuhkan penanganan yang cukup baik sehingga bisa menjawab keinginan masyarakat terakomodir perjalanannya dengan harga yang terjangkau," ungkapnya.

Faktor lain yang turut berkontribusi terhadap kenaikan harga tiket pesawat adalah tingginya harga avtur. Bahan bakar pesawat ini memakan porsi hingga 27,6% dari total komponen harga tiket pesawat.

Dudy menambahkan bahwa agen travel online juga turut berperan dalam kenaikan harga tiket pesawat. Menurutnya, agen tersebut mengarahkan penerbangan domestik untuk transit ke luar negeri terlebih dahulu.

"Tadi saya bicara mengenai online travel agent ya, karena mereka memang menjual, karena via, via Singapura, via Kuala Lumpur. Harganya memang menjadi lebih murah karena perbedaan perlakuan terhadap penjualan tiket yang ke luar negeri. Kemudian ini menjadi, harga di dalam negeri ini menjadi tidak kompetitif karena gak apple to apple," pungkasnya.

Recommended