Menteri Pendidikan Evaluasi Skema Pinjaman Mahasiswa, Prioritaskan Beasiswa

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pemerintah memprioritaskan skema beasiswa dibandingkan pinjaman mahasiswa (student loan).

Calon mahasiswa yang mengalami kendala biaya kuliah namun tidak memenuhi kriteria prioritas Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026 berisiko gagal melanjutkan pendidikan tinggi. Kondisi ini membuat wacana pinjaman mahasiswa atau student loan kembali mencuat, di tengah munculnya skema pinjaman online (pinjol) pendidikan beberapa waktu terakhir.

Menanggapi diskusi mengenai student loan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah masih mengutamakan skema beasiswa. Menurut Brian, konsep beasiswa dinilai lebih sesuai untuk Indonesia, guna menghindari potensi kesalahpahaman jika menggunakan istilah pinjaman.

"Jadi memang kami melihat barangkali konsep yang lebih cocok di Indonesia ini kan masih beasiswa. Karena barangkali khawatir disalahtafsirkan kalau nanti loan. Jadi yang kami gencarkan saat ini tetap adalah beasiswa," ujar Brian dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama media di kantor Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026), seperti dikutip dari Detik.com.

Pemerintah juga mengajak berbagai pihak filantropi untuk berpartisipasi dalam mendukung pendidikan tinggi. Sejumlah pengusaha filantropi Indonesia disebut berminat untuk membentuk sebuah asosiasi filantropi beasiswa Indonesia. Asosiasi ini diharapkan dapat aktif memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang membutuhkan.

Selain itu, kampus-kampus juga diupayakan untuk memberikan bantuan berupa potongan biaya pendidikan atau beasiswa parsial bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria KIP Kuliah namun menghadapi masalah finansial. Contohnya adalah mahasiswa yang orang tuanya memiliki gaji di atas ketentuan KIP Kuliah, tetapi memiliki tanggungan keluarga besar.

"Ada mahasiswa-mahasiswa yang tidak terjaring misalnya pada KIP-K ya, mungkin standarnya mereka secara ekonomi lebih tinggi sedikit tetap sebenarnya masih membutuhkan. Nah itu saya lihat di hampir semua kampus, mereka memberikan beasiswa juga, mendukung beasiswa. Ada yang parsial, ada yang penuh," jelas Brian.

Peran Industri dan Alumni dalam Pendanaan

Selain beasiswa dari pemerintah dan pemerintah daerah, sektor industri juga turut berkontribusi dalam menyediakan beasiswa, termasuk industri perbankan. Brian menyebut adanya lembaga yang dibentuk oleh pihak industri sendiri, yang berfokus pada penyaluran beasiswa serta menerima kontribusi dari pengusaha dan filantropi lain.

Program beasiswa dari alumni juga menjadi salah satu inisiatif yang muncul. Meskipun cakupannya cenderung lebih kecil, seperti di tingkat program studi atau universitas, beasiswa ini sangat membantu mahasiswa. Brian menekankan pentingnya dukungan bersama untuk program-program ini demi terlaksananya pendidikan tinggi secara gotong royong.

Prioritas Penerima KIP Kuliah 2026

Berdasarkan sosialisasi resmi melalui kanal YouTube Kemdiktisaintek pada Kamis (26/3/2026), prioritas utama penerima KIP Kuliah 2026 adalah lulusan SMA/sederajat yang merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Menengah, atau terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) maksimal desil 4, serta lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Prioritas selanjutnya diberikan kepada pendaftar KIP Kuliah lulusan SMA/sederajat penerima PIP Pendidikan Menengah yang terdata pada DTSEN maksimal desil 4, dan berhasil lolos seleksi mandiri masuk PTN maupun PTS.

Terakhir, prioritas ketiga meliputi pendaftar yang lolos semua jalur seleksi PTN atau PTS, baik yang sudah terdata di DTSEN maupun belum, asalkan memenuhi syarat miskin atau rentan miskin dengan bukti dokumen verifikasi dan validasi dari perguruan tinggi.

Recommended