Siswa SMPK 2 Penabur Raih Medali di IJSO

Darrell Blessthee Hutagalung, siswa SMPK 2 Penabur, meraih medali di International Junior Science Olympiad (IJSO) berkat kecintaannya pada IPA.

Darrell Blessthee Hutagalung, siswa SMPK 2 Penabur, membagikan kisah perjuangannya hingga meraih medali di ajang International Junior Science Olympiad (IJSO). Keberhasilan ini bermula dari kecintaannya pada mata pelajaran IPA.

Sejak awal masuk SMPK 2 Penabur, Darrell menunjukkan minat yang besar pada IPA. Pengetahuan itu ia dapatkan dari pengajaran guru di kelas. "Aku senang dengan IPA, terutama biologi karena bisa mempelajari tentang hewan dan tumbuhan, itu sangat seru," ujar Darrell.

Kegigihan Darrell dalam bidang IPA membuahkan hasil dengan diraihnya medali perak pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang IPA.

"Proses persiapan untuk OSN sangat panjang, sejak kelas 7. Pada saat melaju ke tahap kota sebenarnya tidak menyangka akan lolos hingga tingkat nasional," ungkap Darrell.

Setelah meraih prestasi di OSN, Darrell mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) I di Bandung. Ia kemudian terpilih bersama enam pelajar lainnya untuk mewakili Indonesia di ajang 22nd International Junior Science Olympiad (IJSO) yang digelar pada 23 November – 2 Desember 2025 di Sochi, Rusia.

IJSO adalah kompetisi sains tingkat dunia untuk siswa SMP yang menguji pengetahuan di bidang Fisika, Kimia, dan Biologi. Pada tahun 2025, ajang ini diikuti oleh 123 peserta dari 21 negara.

Persiapan menuju IJSO terbilang singkat, hanya dua bulan. "Itupun baru dapat informasi lolos seleksi tanggal 17 Oktober. Lalu, dipersiapkan untuk ikut pelatnas II di Depok. Jadi, aku latihan secara intensif itu hanya satu bulan," ungkap Darrell.

Dalam waktu persiapan yang singkat, Darrell memiliki strategi khusus. Ia memperdalam pelajaran Kimia dengan menonton video di YouTube, mengerjakan soal-soal IJSO tahun sebelumnya, dan melakukan review.

"Aku senang sekali bisa bertanding di Rusia karena dapat bertemu dengan teman baru dari berbagai negara serta kurator pendamping yang sangat ramah," tutur Darrell.

Menurut Darrell, soal IJSO tahun ini lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya. "Mulai dari praktikum, esay, dan MCQ memerlukan pemahaman materi yang mendalam. Saat praktikum, kelompokku kurang berhasil mengatur waktu dan pembagian tugas sehingga dari beberapa banyak bagian praktikum ada dua bagian yang belum selesai dikerjakan," lanjut Darrell.

Meskipun menghadapi banyak kendala, Darrell bersyukur dapat meraih medali perunggu. "Proses yang tidak mulus membuatku ragu bisa dapat medali, tapi puji Tuhan akhirnya aku berhasil mendapatkannya," ungkap Darrell.

Ia juga berterima kasih atas dukungan dari orang tua, kepala sekolah, guru, dan teman-temannya. "Saat pelatihan hingga bertanding, Papa dan Mama termasuk Ibu Rita, Kepala SMPK 2 Penabur yang mengantarku. Guru-guru di sekolah juga selalu membantu untuk setiap kebutuhan lomba dan selalu mendoakanku setiap hari bersama teman-teman juga," kata Derrell.

Darrell berpesan kepada teman-temannya untuk terus bekerja keras dalam menggapai mimpi. "Kalau kita sudah berusaha, kita tinggal berdoa dan serahkan semuanya kepada Tuhan. Pasti hasilnya yang terbaik," tutup Darrell.

Darrell adalah salah satu siswa SMPK 2 Penabur yang memiliki profil BEST BPK Penabur Jakarta: Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, dan Trust in God.

Recommended