Microsoft Indonesia menyelenggarakan AI Educator Summit di kantor pusatnya di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, sebagai bentuk apresiasi bagi tenaga pendidik yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam pembelajaran. Acara ini merupakan puncak dari program Microsoft Elevate: AI for Educators yang telah berlangsung sejak Oktober 2025.
Dilansir dari Medcom, sebanyak 20 pendidik yang disebut AI Educator Champion dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh hingga Papua Barat Daya, hadir untuk menerima penghargaan. Para peserta juga memamerkan prototipe Copilot Agent sebagai bukti nyata implementasi AI untuk efisiensi pendidikan.
Program yang dikelola bersama Biji-biji Initiative ini memberikan pelatihan keterampilan desain pembelajaran abad ke-21 tanpa biaya bagi para guru. Inisiatif tersebut bertujuan membekali pendidik dengan sertifikasi Microsoft Certified Educator guna memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.
Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Dharma Simorangkir, menyatakan bahwa penguatan kompetensi AI bagi guru merupakan investasi jangka panjang. Pihaknya ingin memastikan pendidik mampu memanfaatkan AI secara kritis dan kreatif untuk membentuk generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
"Kami percaya bahwa guru memiliki peran kunci dalam membentuk generasi masa depan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujar Dharma Simorangkir, Presiden Direktur Microsoft Indonesia dalam keterangan tertulisnya.
Pengembangan talenta ini menggunakan pendekatan LEAPS yang menitikberatkan pada transfer pengetahuan dan dampak ekonomi jangka panjang. Model tersebut diharapkan menciptakan efek pengganda digital, di mana satu guru dapat memengaruhi ekosistem siswa dalam membangun keterampilan yang relevan dengan pasar kerja.
Group CEO Biji-biji Initiative, Rashvin Pal Singh, menekankan bahwa program ini mendorong guru menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Pendekatan kolaboratif berbasis praktik nyata digunakan untuk meningkatkan nilai ekonomi tenaga pendidik melalui pemahaman teknologi yang kontekstual.
Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, memberikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara Biji-biji Initiative dan Microsoft menjadi contoh nyata percepatan kesiapan tenaga pendidik dalam menghadapi era transformasi ekonomi nasional yang berbasis digital.