Microsoft merekomendasikan kapasitas memori akses acak atau RAM sebesar 32GB sebagai standar ideal baru untuk perangkat PC gaming pada Senin, 4 Mei 2026. Kapasitas 16GB yang sebelumnya menjadi standar kini hanya diposisikan sebagai batas minimum bagi pengguna komputer.
Dilansir dari Medcom, dokumen panduan Windows untuk gaming yang sempat dipublikasikan sebelum ditarik kembali menyebutkan bahwa 16GB adalah "titik awal yang praktis". Namun, Microsoft mendorong para pemain untuk beralih ke kapasitas 32GB demi memastikan sistem memiliki daya tahan lebih lama di masa depan.
Kebutuhan memori yang lebih besar ini dipicu oleh meningkatnya beban kerja game AAA modern yang membutuhkan ruang penyimpanan data sementara lebih luas. Penggunaan aplikasi pihak ketiga seperti Discord saat bermain game juga turut meningkatkan konsumsi memori sistem secara signifikan.
Peningkatan kapasitas ini dinilai mampu membantu stabilitas performa, terutama pada perangkat yang menggunakan unit pemrosesan grafis atau GPU dengan VRAM terbatas. Dalam kondisi memori grafis penuh, sistem akan mengalihkan sebagian beban kerja ke RAM utama agar permainan tidak mengalami gangguan teknis.
Dukungan memori besar juga krusial bagi perangkat yang menggunakan Integrated Graphics atau APU seperti seri Ryzen AI. Komponen tersebut sangat bergantung pada memori sistem untuk menjalankan fungsi pengolahan visual secara optimal saat menjalankan judul game terbaru.
Meskipun 32GB mulai menjadi standar industri, Microsoft belum menetapkan angka tersebut sebagai persyaratan wajib yang mutlak. Mayoritas pengembang perangkat lunak masih mempertahankan 16GB dalam daftar kebutuhan spesifikasi minimum untuk menjalankan produk mereka saat ini.
Namun, beberapa judul perangkat lunak simulasi seperti Microsoft Flight Simulator 2024 sudah melampaui tren tersebut dengan menyarankan RAM 64GB untuk pengalaman terbaik. Selain memori, Microsoft menekankan penggunaan Solid State Drive (SSD) sebagai media penyimpanan wajib untuk menjalankan sistem operasi dan data game aktif.
Transisi menuju kapasitas memori yang lebih tinggi ini menghadapi tantangan harga akibat lonjakan permintaan komponen dari sektor kecerdasan buatan atau AI. Kondisi pasar tersebut menyebabkan harga memori tipe DDR5 tetap bertahan pada level yang tinggi bagi konsumen di pertengahan tahun 2026.