Misi Artemis II NASA: Perjalanan Luar Angkasa Jauh Pertama Sejak Apollo 17

NASA meluncurkan empat astronaut dalam misi Artemis II ke Bulan pada 1 April 2026, menandai perjalanan luar angkasa jauh pertama sejak Apollo 17.

Pada 1 April 2026, NASA meluncurkan misi Artemis II, mengirimkan empat astronaut mengelilingi Bulan dalam perjalanan selama 10 hari. Awak pesawat ini terdiri dari astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch, yang bergabung dengan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada.

Misi ini menandai kali pertama manusia kembali ke luar angkasa jauh sejak misi Apollo 17 pada tahun 1972. Christina Koch akan mencatat sejarah sebagai wanita pertama, dan Victor Glover sebagai orang kulit hitam pertama, yang melakukan perjalanan ke ruang angkasa yang jauh. Setelah lima dekade sejak berakhirnya program Apollo, banyak kemajuan signifikan telah dicapai dalam bidang astronautika.

Perbedaan antara kapsul Apollo dan pesawat ruang angkasa Orion yang digunakan dalam misi Artemis II sangat mencolok. Meskipun berat pengiriman ke orbit menjadi pertimbangan utama, desain Orion berupaya memaksimalkan kenyamanan dengan bobot seminimal mungkin.

Pesawat Orion memiliki volume sekitar 9 meter kubik, atau sekitar 330 kaki kubik, yang lebih luas dibandingkan modul komando dan layanan Apollo yang hanya 6,2 meter kubik. Meskipun volume ini setara dengan ruangan berukuran 2,08 x 2,08 x 2,08 meter, yang terkesan tidak kecil, ruangan tersebut harus menampung empat astronaut. Ini berfungsi sebagai area tidur, dapur, ruang makan, kamar mandi, dan tempat kerja mereka.

Fasilitas Modern di Misi Artemis

Dikutip dari Detik iNET, pesawat Artemis menawarkan ruang huni 30% lebih besar dari Apollo, dan meskipun ada penambahan awak, pemanfaatan ruangnya jauh lebih optimal. Berbagai komponen pesawat dapat diatur ulang saat tim mencapai orbit. Kursi dan pakaian antariksa dapat disimpan, menciptakan volume interior yang lebih besar.

Berbeda dengan misi Apollo, Orion dilengkapi dapur untuk menyiapkan makanan dan area untuk berolahraga. Fasilitas olahraga ini krusial untuk mencegah astronaut kehilangan massa otot yang cepat akibat gravitasi rendah. Kabin baru ini juga dirancang untuk privasi maksimal, mengurangi kebisingan dan bau, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih higienis selama misi.

Misi Artemis II menjadi yang pertama membawa toilet lengkap ke luar angkasa. Astronaut Apollo sebelumnya tidak memiliki sistem pengelolaan limbah yang memadai, menyebabkan insiden gangguan seperti kotoran yang mengambang. Sistem Pengelolaan Limbah Orion (WMS) kini dilengkapi toilet yang sesuai untuk misi jangka pendek hingga menengah, menjamin privasi dan kenyamanan. Sistem ini menggunakan tangki urine kecil berventilasi ke luar angkasa dan wadah limbah padat yang bisa diganti.

Kemajuan Teknologi dan Keamanan

Kemajuan komputasi sejak era Apollo telah revolusioner. Komputer Apollo hanya memiliki RAM 4 kilobyte (KB) dan ROM 72-74 KB. Bandingkan dengan ponsel pintar modern yang jauh lebih canggih. Orion Artemis kini memiliki dua komputer penerbangan redundan yang beroperasi secara bersamaan, masing-masing terdiri dari dua modul komputer redundan. Ini berarti ada empat sistem redundan.

Setiap sistem redundan Orion memiliki bobot sekitar 75% dari berat komputer Apollo tunggal, namun dengan memori 128.000 kali lebih besar dan kecepatan pemrosesan 20.000 kali lebih cepat. Peningkatan ini secara signifikan meningkatkan keamanan, pengumpulan data, dan daya pemrosesan.

Material kapsul juga telah diperbarui. Modul Layanan Eropa (ESM), yang dibangun oleh Badan Antariksa Eropa, kini menggunakan panel surya sebagai pembangkit listrik, berbeda dengan sel bahan bakar yang digunakan pada modul layanan Apollo.

Recommended