Misi ke Bulan yang melibatkan perusahaan swasta seperti SpaceX dan Blue Origin memunculkan kekhawatiran tentang keselamatan astronaut. Lembaga pengawas menyoroti adanya "peluang" astronaut terdampar di Bulan.
Office of the Inspector General (OIS) dalam laporannya mengungkapkan keprihatinan serius terhadap Sistem Pendaratan Manusia (HLS) NASA. Masalah utama yang disoroti adalah potensi astronaut terdampar di Bulan.
Laporan tersebut menyatakan, "Meskipun NASA secara proaktif mengambil langkah-langkah untuk memitigasi dan mencegah bahaya yang terkait dengan wahana pendarat tersebut, saat ini terdapat kesenjangan dalam pendekatan yang dilakukan NASA, termasuk dalam postur pengujian dan analisis kelangsungan hidup awak pesawat."
Lebih lanjut, laporan tersebut menyebutkan bahwa NASA saat ini tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan kru yang terdampar dari luar angkasa atau permukaan bulan jika terjadi keadaan darurat.
Laporan tersebut mengakui bahwa salah satu opsi adalah menerima risiko ini dan tetap melanjutkan misi. Analisis kelangsungan hidup menunjukkan bahwa SpaceX dan Blue Origin dinilai cukup baik dalam memenuhi persyaratan keselamatan.
Namun, laporan tersebut mengidentifikasi "kesenjangan kelangsungan hidup kru" yang besar di permukaan bulan. Selain itu, terdapat temuan lain yang mengejutkan.
"Khususnya, pendarat SpaceX tidak akan siap untuk pendaratan di bulan pada Juni 2027," kata laporan itu.
NASA berupaya menekan biaya dengan menggandeng mitra swasta untuk program HLS. Kontrak awalnya diberikan kepada SpaceX, namun kemudian dibuka untuk penawar lain, termasuk Blue Origin.
Ketidakmampuan SpaceX untuk memenuhi jadwal yang diusulkan menyebabkan pembatalan komponen pendaratan Artemis III, yang ditunda ke Artemis IV pada tahun 2027. Artemis V, yang direncanakan pada tahun 2028, akan menjadi pendaratan bulan kedua.