Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi penggunaan kartu memori komersial untuk mendokumentasikan misi Artemis II menuju Bulan yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026 mendatang. Perangkat penyimpanan data ini dipilih untuk menangkap gambar beresolusi tinggi di lingkungan luar angkasa yang ekstrem.
Penggunaan perangkat keras kelas profesional ini bertujuan untuk memastikan foto-foto ikonik Bumi dan Bulan tersimpan dengan aman selama misi berlangsung. Dilansir dari Detik iNET, kartu memori yang digunakan adalah seri CFexpress Type B Iridium hasil produksi perusahaan ProGrade Digital.
NASA memerlukan media penyimpanan yang memiliki ketahanan tinggi terhadap paparan radiasi tinggi dan fluktuasi suhu ekstrem di luar atmosfer. Kartu memori varian 400GB tersebut saat ini telah tersedia di pasar komersial dengan harga sekitar USD 459,99 atau setara Rp7,8 juta.
Pengembangan teknologi penyimpanan ini memakan waktu kurang dari 18 bulan melalui kolaborasi intensif antara NASA, Marshall Space Flight Center, dan Phison Electronics. Perangkat ini menawarkan kecepatan baca mencapai 3.550 MB/s serta kecepatan tulis berkelanjutan hingga 850 MB/s.
Spesifikasi teknis tersebut dinilai sangat krusial karena para astronaut akan menggunakan kamera profesional Nikon Z9 untuk memotret Bumi dari jarak yang lebih jauh dibandingkan misi-misi sebelumnya. Performa tulis yang stabil sangat dibutuhkan untuk memproses data gambar berukuran besar tanpa kendala teknis.
Selain digunakan pada Artemis II, NASA memproyeksikan teknologi serupa untuk mendukung misi Artemis III melalui perangkat Handheld Universal Lunar Camera (HULC). Langkah ini menandai tren pemanfaatan teknologi komersial (COTS) yang semakin relevan dalam industri eksplorasi antariksa modern.
Misi Artemis II sendiri menjadi pencapaian sejarah baru karena merupakan penerbangan berawak pertama yang melintasi orbit Bulan sejak berakhirnya era Apollo pada 1972. Keberhasilan integrasi kartu memori ini membuktikan bahwa perangkat konsumen kelas atas kini mampu memenuhi standar ketat teknologi kedirgantaraan.