Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi merilis dokumen Moon Base User's Guide pada Sabtu, 18 April 2026, guna merinci peta jalan pembangunan pangkalan permanen di satelit alami bumi tersebut. Panduan setebal sembilan halaman ini menjadi acuan teknis untuk menyelesaikan 73 rencana pendaratan di Bulan dalam kurun waktu mendatang.
Dilansir dari Detik iNET, otoritas antariksa tersebut menargetkan 21 misi pendaratan wahana robotik tanpa awak dalam tiga tahun ke depan sebagai fondasi awal pangkalan senilai USD 20 miliar. Langkah masif ini dipersiapkan untuk menyambut misi berawak pertama yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2028.
NASA juga merencanakan peluncuran pesawat luar angkasa bernama Freedom yang ditenagai energi nuklir menuju Mars pada 2028. Meskipun misi Artemis II telah membuktikan kemampuan transportasi manusia, dokumen panduan ini mengungkap adanya celah besar pada sistem hunian, pendaratan, dan pasokan daya di permukaan Bulan.
"Kami ingin mendaratkan banyak barang, dan tidak apa-apa jika ada yang rusak. Kita akan belajar dari sana," kata Jared Isaacman, Administrator NASA. Penegasan tersebut mencerminkan strategi agresi teknologi meskipun program Artemis sejauh ini telah menelan biaya melampaui USD 100 miliar dan mengalami keterlambatan jadwal.
Strategi 73 pendaratan ini terbagi dalam tiga fase utama. Fase 1 yang berlangsung hingga 2029 mencakup 25 peluncuran dan 21 pendaratan robotik untuk menjamin akses rutin ke Bulan. Fase 2 pada 2029-2032 akan menambah 24 pendaratan untuk membangun infrastruktur awal dan memulai misi berawak setiap enam bulan.
Fase 3 akan dimulai pada 2032 dengan fokus pada pengembangan teknologi kepulangan kargo tak berawak dan pembangunan eksistensi manusia yang berkelanjutan. Fokus pembangunan akan dipusatkan di wilayah Kutub Selatan Bulan yang memiliki tantangan pencahayaan ekstrem berbeda dengan lokasi misi Apollo terdahulu.
NASA memerlukan sistem energi surya yang tahan terhadap debu bulan bermuatan listrik yang tajam, serta berencana membangun reaktor nuklir di Bulan untuk daya jangka panjang. Hingga kini, risiko kesehatan seperti paparan sinar kosmik pemicu kanker dan dampak gravitasi mikro terhadap tubuh manusia masih menjadi variabel yang terus diteliti.