Naura Fazzha Aulia, Siswa MAN 15 Tahun Diterima S1 Pendidikan Matematika Unesa

Naura Fazzha Aulia, alumnus MAN 2 Magetan, berhasil masuk S1 Pendidikan Matematika Unesa lewat SNBP 2026 pada usia 15 tahun berkat akselerasi.

Naura Fazzha Aulia, alumnus MAN 2 Magetan, berhasil menembus persaingan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Ia resmi diterima di program studi S1 Pendidikan Matematika Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Kampus 5 Magetan pada usia yang sangat muda, yakni 15 tahun 11 bulan.

Pencapaian ini bukan tanpa alasan. Naura diketahui telah mengikuti program akselerasi dua kali berturut-turut, yaitu saat menempuh pendidikan di jenjang MTs dan MA. Meski tidak pernah memaksakan diri untuk "berlari cepat", ia lolos seleksi kelas percepatan berkat performa akademiknya yang menonjol, seperti dilansir dari Medcom.

Awalnya, Naura lebih tertarik pada kegiatan ekstrakurikuler seperti organisasi dan lomba. Namun, ketika tawaran akselerasi datang dari gurunya, putri pasangan Hariono dan Solekah ini melihatnya sebagai sebuah tantangan yang patut dicoba.

Ketertarikan mendalam Naura pada matematika telah tumbuh sejak ia duduk di bangku kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Baginya, matematika bukan sekadar deretan angka, melainkan alat untuk mengasah logika dan kematangan berpikir. Dari ketertarikan ini, ia memupuk cita-cita untuk menjadi seorang pendidik.

“Saya suka matematika, karena membuat saya terbiasa berpikir logis dan mencari solusi dari suatu masalah. Selain itu, ada rasa puas sendiri ketika berhasil menyelesaikan soal, apalagi yang awalnya terasa sulit,” ujarnya.

Naura memilih Unesa Kampus 5 Magetan agar tetap dekat dengan orang tuanya. Ia percaya bahwa suasana yang nyaman dan dukungan keluarga merupakan bekal penting untuk menempuh pendidikan tinggi. Keputusan ini menunjukkan prioritasnya terhadap keseimbangan antara pendidikan dan kenyamanan pribadi.

Meski meraih prestasi gemilang, perjalanan Naura tidak luput dari tantangan. Ia harus beradaptasi dengan materi pelajaran yang disampaikan lebih cepat, lingkungan pergaulan yang lebih dewasa, serta ekspektasi tinggi dari orang-orang di sekitarnya yang menganggapnya "sudah pintar".

Naura, yang juga pernah meraih Juara 1 Rayon Bidang Geografi tingkat kabupaten, mengaku sempat merasa tertinggal saat berkompetisi dengan kakak kelas yang memiliki pengalaman lebih banyak. Namun, ia menjadikan setiap proses tersebut sebagai pembelajaran untuk terus berkembang, bukan sebagai hambatan.

Motivasi Naura sederhana: ia tidak ingin berhenti belajar dan berpuas diri. Ia ingin berada di lingkungan yang diisi oleh individu-individu hebat agar dapat terus berkembang. Dari sana, ia berharap dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan berani mencoba hal-hal baru.

Dalam proses adaptasi di lingkungan baru, Naura memilih untuk tetap menjaga etika, selektif dalam pergaulan, serta teguh pada cita-cita yang ingin dicapainya. Ia menegaskan, "Saya berusaha tetap nyaman tanpa harus kehilangan diri saya."

Ke depan, Naura menargetkan capaian akademik yang memuaskan dengan meraih IPK tinggi untuk membanggakan orang tuanya. Selain itu, ia juga berencana untuk aktif dalam berbagai kegiatan kampus, seperti bergabung dengan organisasi atau unit kegiatan mahasiswa (UKM), dengan tetap menjadikan perkuliahan sebagai prioritas utama.

Recommended