Lima Negara Pimpin Kualitas Sistem Kereta Api Global Paling Efisien

Jepang hingga Singapura menjadi negara dengan sistem kereta api terbaik dunia yang didukung infrastruktur mumpuni serta disiplin operasional tinggi.

Sistem perkeretaapian di sejumlah negara seperti Jepang dan Singapura dinobatkan sebagai yang terbaik dan paling efisien di dunia pada Senin (4/5/2026). Keberhasilan ini didorong oleh kombinasi infrastruktur mumpuni serta kedisiplinan operasional yang tinggi dalam melayani jutaan penumpang setiap harinya.

Dilansir dari Medcom, Jepang menempati posisi unggul berkat ketepatan waktu yang presisi dan teknologi keamanan otomatis. Sistem di Negeri Sakura tersebut mampu mendeteksi aktivitas seismik gempa secara cepat guna menghentikan laju kereta demi keselamatan penumpang.

Hong Kong turut mencatatkan prestasi melalui pengelolaan jalur kereta yang terorganisir di tengah kepadatan penduduk yang ekstrem. Sebagian besar jalur di wilayah tersebut telah mengadopsi teknologi tanpa pengemudi yang dikendalikan melalui sistem pemantauan terpusat secara real-time.

Di Eropa, Swiss menonjol karena konektivitas jaringannya yang mampu menjangkau wilayah terpencil di pegunungan Alpen. Pemerintah Swiss memberikan dukungan kuat melalui investasi berkelanjutan dan subsidi besar guna mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Korea Selatan dan Singapura juga masuk dalam jajaran elit ini dengan inovasi teknologi digital. Singapura secara khusus menerapkan konsep Transit-Oriented Development (TOD) yang mengintegrasikan stasiun MRT dengan pusat aktivitas masyarakat seperti perkantoran dan hunian komersial.

Sektor pendidikan perkeretaapian juga berkembang pesat dengan hadirnya program studi khusus di universitas mancanegara seperti University of Birmingham dan Southwest Jiaotong University. Institusi tersebut fokus pada pengembangan teknik sistem persinyalan serta pengelolaan jaringan rel kereta cepat berskala besar.

Di Indonesia, pendidikan tinggi di bidang ini juga tersedia melalui institusi seperti Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Universitas Pancasila juga turut membuka program studi S1 Teknik Perkeretaapian untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli pada industri transportasi nasional.

Recommended