PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya perawatan medis bagi korban luka dan biaya pemakaman korban meninggal dunia dalam insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi dan perusahaan.
Peristiwa ini mengakibatkan enam penumpang KRL meninggal dunia dan 80 orang lainnya mengalami luka-luka, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa cedera menurut data yang dilansir dari Detik Finance.
Para korban luka saat ini telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (28/4/2026).
Anne menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak terkait agar proses penanganan berjalan lancar.
Proses evakuasi di lokasi kejadian berlangsung cukup lama karena petugas dari Basarnas, tim medis, dan internal KAI harus melakukan penanganan secara hati-hati terhadap korban yang masih terjepit namun dalam kondisi hidup.
Guna memfasilitasi kebutuhan keluarga penumpang, KAI telah menyediakan Posko Informasi resmi yang berlokasi di Stasiun Bekasi Timur.
Akibat insiden tersebut, Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang, sementara operasional perjalanan KRL dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.