Puasa ayyamul bidh kembali banyak dicari menjelang pertengahan bulan Syaban. Kata kunci seperti niat puasa ayyamul bidh nisfu syaban, jadwal tanggal 13–15 Syaban, hingga dalilnya ramai dibahas karena waktunya berdekatan dengan persiapan Ramadan.
Amalan ini termasuk puasa sunnah rutin setiap bulan yang dianjurkan langsung oleh Rasulullah. Bukan ibadah musiman, melainkan kebiasaan yang dikerjakan para sahabat secara konsisten.
Sejumlah hadis sahih bahkan menyebut pahala puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa setahun penuh. Lalu apa dasar hukumnya, kapan pelaksanaannya, dan bagaimana ketentuan niat menurut syariat?
Puasa Ayyamul Bidh: Tiga Hari yang Dianjurkan Setiap Bulan
Ayyamul bidh berarti “hari-hari putih”, merujuk pada malam ketika bulan purnama bersinar terang.
Puasa ini dikerjakan pada:
-
tanggal 13 Hijriah
-
tanggal 14 Hijriah
-
tanggal 15 Hijriah
Tiga hari tersebut disebut paling utama untuk puasa sunnah bulanan.
Dalil Hadis Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
Wasiat Rasulullah kepada Abu Hurairah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan tiga hal yang tidak aku tinggalkan sampai mati: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan witir sebelum tidur.”
(HR. Bukhari no. 1178)
Hadis ini menjadi dasar kuat bahwa puasa tiga hari tiap bulan adalah amalan yang sangat dianjurkan.
Pahala seperti puasa sepanjang tahun
Rasulullah juga bersabda:
“Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun.”
(HR. Bukhari no. 1979)
Para ulama menjelaskan, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Tiga hari puasa dihitung seperti 30 hari.
Anjuran khusus tanggal 13–15
Dalam riwayat Abu Dzar, Nabi menegaskan:
“Jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15.”
(HR. Tirmidzi dan An-Nasai, hasan)
Inilah yang kemudian dikenal sebagai puasa ayyamul bidh.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Syaban
Karena bertepatan dengan nisfu Syaban, banyak umat memanfaatkan momen ini untuk berpuasa sunnah.
| Hari Hijriah | Keterangan |
|---|---|
| 13 Syaban | Puasa hari pertama |
| 14 Syaban | Puasa hari kedua |
| 15 Syaban (Nisfu Syaban) | Puasa hari ketiga |
Tanggal Masehi dapat menyesuaikan kalender Hijriah resmi Kementerian Agama.
Bagaimana dengan Niat Puasa Ayyamul Bidh?
Poin ini sering disalahpahami.
Dalam sumber hadis dan riwayat tentang ayyamul bidh tidak terdapat lafaz niat khusus.
Para ulama fikih menjelaskan:
-
niat cukup di dalam hati
-
tidak ada bacaan spesifik dari Nabi
-
melafalkan niat bukan kewajiban
Artinya, seseorang cukup berniat menjalankan puasa sunnah sebelum fajar, tanpa harus membaca teks tertentu.
Penjelasan ini penting agar tidak muncul anggapan seolah ada doa khusus yang wajib.
Kebiasaan Rasulullah Menjalankannya
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan:
“Rasulullah tidak meninggalkan puasa ayyamul bidh, baik ketika mukim maupun safar.”
(HR. An-Nasai, hasan)
Riwayat ini menunjukkan konsistensi Nabi dalam menjaga amalan tersebut.
Ketentuan dan Pengecualian
Meski sunnah, ada hari yang dilarang berpuasa.
Tanggal 13 Dzulhijjah, yang termasuk hari tasyrik, diharamkan untuk puasa.
Di luar itu, ayyamul bidh boleh dikerjakan selama tidak berbenturan dengan larangan syariat atau kondisi kesehatan.
Mengapa Ayyamul Bidh Banyak Dilakukan di Bulan Syaban?
Bulan Syaban sering disebut sebagai “pemanasan” sebelum Ramadan.
Banyak Muslim memperbanyak:
-
puasa sunnah
-
sedekah
-
ibadah malam
Karena itu, ayyamul bidh di bulan ini terasa lebih istimewa.
Selain ringan, tiga hari puasa membantu membiasakan tubuh sebelum menjalani puasa wajib sebulan penuh.
Kesimpulan
Puasa ayyamul bidh adalah sunnah yang kuat dalilnya. Dilaksanakan tiga hari setiap bulan, termasuk pada nisfu Syaban, dengan pahala yang besar.
Terkait niat puasa ayyamul bidh nisfu syaban, tidak ada bacaan khusus dalam hadis. Niat cukup di dalam hati sebagaimana puasa sunnah lainnya.
Fokus utamanya adalah konsistensi ibadah, bukan hafalan lafaz.