Dunia sepak bola nasional tengah berduka atas kepergian salah satu tokoh legendarisnya. Mantan pemain dan pelatih, Sutan Harhara, dikabarkan telah berpulang. Berita duka ini menjadi sorotan penting bagi penggemar olahraga di Tanah Air, seperti dilansir dari Bola.
Sutan Harhara menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 11 April 2026, dini hari waktu Indonesia bagian barat. Beliau wafat pada usia 73 tahun. Mendiang lahir di Jakarta pada tanggal 9 Agustus 1952.
Semasa aktif sebagai pemain, Sutan Harhara dikenal luas sebagai bek sayap yang tangguh. Ia pernah memperkuat sejumlah klub besar di Jakarta, antara lain UMS Tunas Jakarta, Indonesia Muda, Jayakarta, dan Persija Jakarta.
Kontribusi Sutan Harhara sangat signifikan bagi Persija Jakarta. Ia berhasil membawa tim berjuluk Macan Kemayoran itu meraih dua gelar juara Liga Indonesia, yakni pada tahun 1973 dan 1975.
Pada era 1970-an, Sutan Harhara juga menjadi bagian penting dari skuad Tim Nasional Indonesia. Ia bermain di posisi bek sayap dan ikut serta dalam Kualifikasi Piala Dunia 1974, menunjukkan dedikasinya untuk sepak bola tanah air di kancah internasional.
Selama membela Timnas Indonesia, Sutan Harhara memiliki kesempatan berharga untuk berhadapan dengan tim-tim kelas dunia. Ia pernah bermain melawan Timnas Uruguay pada 1974, Timnas Denmark di tahun yang sama, serta klub raksasa Inggris, Manchester United, pada tahun 1975.
Prestasi Sutan Harhara di Timnas juga mencakup partisipasinya dalam ajang SEA Games. Ia memperkuat Timnas Indonesia di SEA Games 1977 yang berlangsung di Malaysia, serta SEA Games 1979 yang kala itu diselenggarakan di Indonesia.
Perjalanan Sutan Harhara Sebagai Pelatih
Memasuki dekade 1990-an, Sutan Harhara memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang pelatih. Karier kepelatihannya dimulai dengan menangani klub Persikota Tangerang, kemudian berlanjut ke Persegi Gianyar.
Catatan dari Transfermarkt menunjukkan bahwa Sutan Harhara juga pernah memimpin beberapa tim Liga Indonesia lainnya. Ia tercatat pernah melatih PSMS Medan, Semen Padang, PSIS Semarang, dan Persela Lamongan. Jabatan kepelatihan terakhirnya adalah sebagai pelatih Persikabo 1973 U-20.
Selain aktif sebagai pelatih klub, Sutan Harhara sempat mengemban tugas sebagai Direktur Teknik PSSI pada tahun 2010. Namun, jabatan tersebut tidak berlangsung lama sebelum ia kembali berkiprah sebagai pelatih di tingkat klub.