NVIDIA resmi memperkenalkan keluarga model AI terbuka pertama di dunia bernama Ising di Jakarta pada Kamis (16/4/2026) guna mengatasi kendala utama dalam pengembangan komputer kuantum yang skalabel. Perilisan ini bertujuan mempercepat proses kalibrasi dan koreksi kesalahan yang selama ini menjadi tantangan teknis terbesar dalam industri tersebut.
Terobosan ini menghadirkan efisiensi signifikan dengan kemampuan koreksi kesalahan secara real-time yang diklaim 2,5 kali lebih cepat dibandingkan standar sumber terbuka saat ini. Berdasarkan data yang dilansir dari Medcom, model ini juga menawarkan tingkat akurasi tiga kali lipat lebih tinggi dalam menafsirkan data prosesor kuantum.
Ising terdiri atas dua komponen utama, yakni Ising Calibration dan Ising Decoding. Komponen kalibrasi menggunakan teknologi vision-language untuk mempercepat waktu pemrosesan dari hitungan hari menjadi hanya beberapa jam saja, sementara komponen decoding mengandalkan arsitektur convolutional neural network (CNN) 3D.
Sejumlah lembaga penelitian internasional telah mulai mengadopsi teknologi ini untuk memperkuat ekosistem kuantum global. Institusi tersebut mencakup Harvard SEAS, Fermi National Accelerator Lab, Lawrence Berkeley Lab, serta universitas ternama seperti Cornell, UC San Diego, dan Yonsei University.
NVIDIA turut menyediakan paket pendukung berupa workflow cookbook dan layanan mikro NIM agar pengembang dapat melakukan penyesuaian model secara mandiri. Sistem ini dirancang agar tetap dapat beroperasi secara lokal untuk menjamin privasi data pengguna dan terintegrasi langsung dengan perangkat lunak CUDA-Q.
Langkah strategis ini diambil di tengah proyeksi pertumbuhan pasar komputasi kuantum global yang diprediksi akan menembus angka USD11 miliar pada tahun 2030. Ising kini bergabung dalam jajaran portofolio model terbuka milik NVIDIA bersama model AI lainnya seperti Nemotron, Cosmos, dan Isaac GR00T.