Nvidia mengumumkan sistem chip Vera Rubin Space-1 Module yang dirancang untuk pusat data AI di luar angkasa pada konferensi tahunan GTC 2026. Pengumuman ini menjadi bagian dari berbagai produk dan update baru yang diperkenalkan Nvidia.
Jensen Huang, CEO Nvidia, menyatakan bahwa komputasi luar angkasa telah tiba. "Komputasi luar angkasa, garis batas terakhir, sudah tiba," kata Huang, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (17/3/2026).
Huang menambahkan, seiring dengan pengembangan konstelasi satelit dan eksplorasi ruang angkasa yang lebih dalam, kecerdasan buatan (AI) harus hadir di lokasi data dihasilkan.
Vera Rubin Space-1 Module mencakup sistem IGX Thor dan Jetson Orin. Modul ini dirancang khusus untuk lingkungan dengan keterbatasan ukuran, berat, dan daya. Nvidia menyatakan hal tersebut dalam keterangan persnya.
Chip ini akan digunakan dalam misi luar angkasa yang dipimpin oleh Axiom Space, Starcloud, dan Planet Labs. Nvidia juga bekerja sama dengan mitra dalam mengembangkan komputer baru untuk pusat data. Namun, Huang mengakui adanya kendala teknis yang perlu diatasi.
Menurut Huang, salah satu tantangannya adalah sistem pendinginan. "Di luar angkasa, tidak ada konveksi, hanya radiasi. Jadi kita harus mencari cara untuk mendinginkan sistem ini di luar angkasa, tapi kita memiliki banyak engineer hebat yang sedang mengerjakannya," ujar Huang.
Pembangunan pusat data AI di luar angkasa dianggap sebagai solusi untuk mengatasi kenaikan tarif listrik yang disebabkan oleh infrastruktur pusat data. Meskipun demikian, biaya tinggi dan ketersediaan roket yang terbatas masih menjadi penghalang.
Sejumlah perusahaan teknologi berlomba membangun pusat data di luar angkasa yang mengandalkan tenaga surya. Google, pada November 2025, mengumumkan inisiatif 'Project Suncatcher' yang menjajaki konsep ini. xAI, startup AI milik Elon Musk, juga berencana melakukan hal serupa.
SpaceX, yang mengakuisisi xAI senilai USD 1,25 triliun, baru-baru ini mengajukan izin kepada Federal Communications Commission untuk meluncurkan 1 juta satelit untuk pusat data AI. Rencana ini ditentang oleh para ilmuwan karena berpotensi menimbulkan polusi cahaya dan sampah di orbit.