Omzet UMKM Diproyeksikan Naik 4 Kali Lipat saat Mudik Lebaran 2026

Kementerian UMKM memproyeksikan kenaikan omzet hingga 4 kali lipat bagi pelaku UMKM saat mudik Lebaran 2026, dengan perputaran uang mencapai Rp 190 triliun.

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memperkirakan momen mudik Lebaran 2026 akan menjadi berkah bagi pelaku UMKM, dengan proyeksi kenaikan omzet hingga empat kali lipat.

Perputaran uang selama periode mudik Lebaran diperkirakan mencapai Rp 190 triliun, menjadi pendorong utama optimisme tersebut.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 143-144 juta orang, sedikit menurun dibandingkan 154 juta pada tahun sebelumnya.

"Nah tahun ini diproyeksikan bahwa angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun lalu 143-144 juta orang akan melakukan mudik dengan estimasi perputaran uang sampai Rp 190 triliun. Dan di BI ini menyediakan uang cash tahun ini Rp 189 triliun untuk momen Lebaran ini," ujar Temmy dalam acara Media Gathering di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Momentum mudik Lebaran menjadi peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan. Infrastruktur publik menjadi titik potensial, dengan mayoritas pemudik menggunakan mobil pribadi (76,2 juta orang), diikuti angkutan umum (23,2 juta orang), kapal (6,4 juta orang), pesawat (4,98 juta orang), dan kereta (2,12 juta orang).

"Ini kita memperkirakan akan ada 3,6 juta kendaraan yang akan melintasi dari Jabodetabek ke arah timur maupun barat. Yang ini merupakan potensial buyer buat UMKM yang ada fasilitas publik. Ini (sektor) unggulannya fashion dan food and beverage," tambah Temmy.

Sebanyak 25 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di Jawa Tengah menampung 743 unit UMKM. Jawa Timur memiliki 26 rest area dengan 257 UMKM, dan Jawa Barat memiliki 37 rest area dengan 1.111 UMKM.

UMKM juga menghadapi persaingan dari merek-merek besar seperti McDonald's, KFC, dan Solaria.

Oleh karena itu, UMKM diharapkan menjadikan merek-merek besar tersebut sebagai benchmark untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan mereka.

Kementerian UMKM mencatat bahwa momen mudik adalah waktu panen bagi UMKM. Temmy mengungkapkan omzet harian UMKM dapat meningkat secara signifikan.

"Kita melihat tahun lalu terdapat kenaikan rata-rata 4 kali lipat omzet UMKM pada saat momen mudik Lebaran. Dari rata-rata (omzet) Rp 1 juta rupiah, diperkirakan menjadi Rp 4 juta rupiah pada saat momen Lebaran," jelas Temmy.

Recommended