OPEC+ Pertimbangkan Kenaikan Produksi Minyak Akibat Konflik Iran

OPEC+ berpotensi meningkatkan produksi minyak lebih dari perkiraan awal, menyusul gangguan pengiriman di Timur Tengah akibat konflik Iran.

Organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+) diperkirakan akan membahas peningkatan produksi minyak melebihi proyeksi awal. Langkah ini dipertimbangkan sebagai respons terhadap potensi gangguan pengiriman di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Sumber Reuters pada Minggu (1/3/2026) menyebutkan bahwa OPEC+ akan mendiskusikan peningkatan produksi sebesar 411.000 barel per hari atau lebih. Angka ini melampaui perkiraan sebelumnya yang hanya 137.000 barel per hari.

Menurut sumber tersebut, "Riyadh telah meningkatkan produksi dan ekspor minyak dalam beberapa pekan terakhir sebagai persiapan untuk serangan AS terhadap Iran."

OPEC+ memiliki catatan sejarah dalam menaikkan produksi minyak guna meredam gangguan pasokan. Akan tetapi, analis memperingatkan bahwa kapasitas cadangan kelompok tersebut saat ini terbatas, kecuali Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Sejak Sabtu (28/2), pengiriman minyak, gas, dan komoditas lain dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz terhenti. Hal ini disebabkan pemilik kapal menerima peringatan dari Iran yang menyatakan penutupan area tersebut untuk navigasi.

Harga minyak melonjak hingga US$ 73 per barel pada Jumat (27/2), mencapai level tertinggi sejak Juli 2025. Lonjakan ini dipicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Timur Tengah dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz, jalur minyak krusial yang menyumbang lebih dari 20% transit minyak global.

Para pemimpin Timur Tengah telah menyampaikan kekhawatiran kepada AS bahwa perang terhadap Iran dapat menyebabkan harga minyak meroket hingga melebihi US$ 100 per barel, kata analis veteran OPEC, Helima Croft dari RBC. Analis dari Barclays juga menyampaikan proyeksi serupa, dengan potensi kenaikan harga hingga US$ 100.

Croft menambahkan bahwa dampak pasar dari peningkatan produksi OPEC akan terbatas, mengingat kurangnya kemampuan produksi di luar Arab Saudi.

Recommended