Operator Seluler Rilis Paket Roaming Haji 2026 untuk Jamaah Indonesia

Berbagai operator seluler Indonesia menyediakan paket roaming khusus Haji 2026 mulai April guna memudahkan komunikasi jamaah di Arab Saudi.

Sejumlah operator seluler di Indonesia meluncurkan paket roaming khusus bagi jamaah haji yang mulai berangkat ke Arab Saudi pada April 2026. Layanan ini memungkinkan para jamaah tetap menggunakan nomor telepon asal tanpa perlu mengganti kartu SIM lokal selama beribadah di Tanah Suci.

Dilansir dari Medcom, penyedia layanan seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, Axis, hingga Smartfren menawarkan kuota dan durasi masa aktif yang bervariasi. Harga paket yang ditawarkan menyesuaikan dengan kebutuhan durasi tinggal jamaah, mulai dari 20 hingga 60 hari.

Telkomsel menghadirkan paket RoaMAX Haji dengan tarif mulai dari Rp500.000 untuk masa aktif 20 hari dengan total kuota 17 GB. Untuk durasi lebih lama, tersedia pilihan paket 30 hari seharga Rp720.000 dan paket 50 hari dengan kuota 32 GB seharga Rp880.000 yang mencakup kuota Arab Saudi, transit, serta domestik.

Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 menawarkan paket Umroh Haji Internet mulai dari Rp350.000 untuk kuota 10 GB selama 20 hari. Sementara itu, pengguna Tri dapat mengakses paket Tri Ibadah dengan harga Rp850.000 untuk 30 hari yang sudah termasuk layanan telepon dan SMS internasional.

XL Axiata menyediakan paket roaming bagi pelanggan lama dengan harga termurah Rp185.000 untuk durasi 45 hari. Selain itu, tersedia kartu perdana khusus haji dengan masa aktif hingga 60 hari seharga Rp745.000 yang memberikan kuota besar di Arab Saudi dan Indonesia.

Axis juga meluncurkan paket Axis Mabrur yang memiliki skema harga serupa dengan XL, yakni mulai dari Rp185.000 hingga Rp645.000. Smartfren melengkapi pilihan dengan paket 30 hari seharga Rp449.000 dan paket 45 hari seharga Rp499.000 untuk kapasitas kuota roaming hingga 17 GB.

Aktivasi layanan komunikasi ini disarankan dilakukan oleh para jamaah sebelum keberangkatan melalui aplikasi resmi masing-masing operator. Langkah tersebut bertujuan untuk memastikan konektivitas internet langsung aktif saat jamaah tiba di negara tujuan atau negara transit.

Recommended