Menyambut Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk tidak hanya mempersiapkan pakaian baru, tetapi juga membersihkan diri lahir dan batin. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan sebelum melaksanakan salat Id adalah mandi.
Amalan ini bertujuan agar umat Muslim berada dalam kondisi bersih, segar, dan wangi saat berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan salat Id.
Menurut Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, para ulama sepakat bahwa mandi pada hari raya Idulfitri adalah sunnah. Hal ini didukung oleh hadis riwayat Baihaqi dari jalur asy-Syafi'i dan Zadzan, yang mengutip perkataan Ali RA:
"Seseorang laki-laki bertanya kepada Ali RA mengenai mandi, beliau menjawab 'Mandilah setiap hari jika kau mau.' Laki-laki tadi berkata, 'Bukan, maksudku adalah mandi yang disunnahkan.' Ali menjawab, '(Mandi yang disunnahkan adalah) pada hari Jum'at, hari Arafah, hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha'." (Sanad hadits ini shahih, Irwa al-Ghalil, jilid I, hal.176)
Mandi sunnah Idulfitri bukan hanya sekadar membersihkan diri secara fisik, tetapi juga sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas anugerah hari kemenangan.
Setiap ibadah diawali dengan niat. Berikut lafal niat mandi sunnah Idulfitri:
Artinya: "Aku niat mandi untuk merayakan Idulfitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala."
Tata Cara Mandi Sunnah Idulfitri
Secara umum, tata caranya sama dengan mandi besar. Berikut urutan yang lebih sempurna:
- Membaca niat dan basmalah dalam hati atau saat menyiramkan air pertama kali ke tubuh.
- Membersihkan kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kotoran atau najis yang menempel di badan.
- Berwudu seperti wudu saat hendak salat.
- Mengguyur seluruh anggota tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian kiri, dan memastikan air mengenai area lipatan kulit.
Mandi sunnah Idulfitri adalah simbol kesiapan kita untuk kembali ke fitrah yang suci. Dengan mengikuti tata cara dan waktu yang dianjurkan, kita tidak hanya mendapatkan kesegaran fisik, tetapi juga pahala dari menjalankan sunnah Rasulullah SAW.