Putaran berikutnya dalam persaingan Moto3 2026 akan berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 24-26 April. Seri ini akan menjadi ujian signifikan bagi Veda Ega Pratama, pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang tergabung dalam Honda Team Asia, terutama mengingat minimnya pengalamannya di lintasan tersebut dibandingkan beberapa rival utama.
Veda Ega Pratama merupakan salah satu rookie yang paling menonjol pada musim ini. Sebelumnya, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini berhasil mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang meraih podium di ajang Grand Prix, tepatnya di Brasil. Ia juga menarik perhatian di seri pembuka di Thailand dengan finis di posisi kelima.
Meski demikian, Veda mengalami insiden gagal finis (DNF) pertamanya di kelas Moto3 pada balapan terakhir di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat, setelah terjatuh di tikungan 11. Hasil ini menjadi 'alarm' bagi dirinya menjelang Moto3 Spanyol 2026.
Berbeda dengan Veda, pembalap MT Helmets – MSi, Hakim Danish, yang juga berstatus rookie, tampil positif di COTA. Ia berhasil mengamankan tiga poin setelah finis di posisi ke-13, meskipun memulai balapan dari grid paling belakang.
Zulfahmi Khairuddin, mentor Danish, menyampaikan harapannya agar anak didiknya bisa tampil lebih kompetitif di balapan selanjutnya di Jerez, dilansir dari BolaSport.com. Danish memang memiliki rekor pengalaman yang jauh lebih panjang di Sirkuit Jerez dibandingkan Veda.
Danish memulai kiprah balapnya di Jerez pada European Talent Cup musim 2021. Pada musim tersebut, ia belum mampu meraih poin, finis di urutan ke-15 pada Race 2. Namun, pada musim keduanya di ajang yang sama, ia berhasil meraih podium kedua di Race 1 dan finis ke-10 di Race 2.
Periode 2023 menjadi tahun terakhir Danish di European Talent Cup, di mana performanya sedikit menurun dengan hasil gagal finis dan posisi ke-26. Kiprahnya semakin menjanjikan di ajang Red Bull Rookies Cup yang diikutinya sejak musim 2023.
Dari total enam balapan di Jerez dalam Red Bull Rookies Cup antara 2023 hingga 2025, Danish berhasil mengamankan tiga podium, semuanya sebagai juara kedua. Namun, di ajang JuniorGP pada 2024 dan 2025, ia belum berhasil meraih podium dalam empat balapan yang diikutinya.
Secara keseluruhan, Hakim Danish telah mencatat empat podium dari 16 balapan yang ia jalani di Jerez dalam berbagai ajang level junior antara 2021 hingga 2025.
Rekam Jejak Veda Ega Pratama di Jerez
Di sisi lain, Veda Ega Pratama baru enam kali berlaga di Sirkuit Jerez (meliputi JuniorGP dan Red Bull Rookies Cup) dan hanya mengoleksi satu podium. Podium tunggal ini diraih Veda pada Race 1 Red Bull Rookies Cup 2025 di Jerez, saat ia berhasil melesat dari posisi ke-15 ke urutan ketiga di lap pertama.
“Ya, itu luar biasa bagi saya, saya tidak bisa menjelaskan bagaimana saya melakukannya, saya hanya mencoba menyalip semua orang, satu per satu,” ungkap Veda mengenai aksinya di lap awal Race 1 Jerez, seperti dikutip dari Bola.com.
Meskipun demikian, Veda harus puas di posisi ketiga dengan selisih 3,227 detik dari Brian Uriarte, pembalap tuan rumah yang keluar sebagai pemenang. Veda akan kembali menghadapi Uriarte dan Hakim Danish di Moto3 Jerez mendatang, menghadirkan persaingan yang menarik bagi para penggemar.
Veda Ega Pratama masih berusia 16 tahun, belum memenuhi usia minimal 18 tahun untuk Moto3. Namun, ia mendapatkan pengecualian karena statusnya sebagai runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Bersama rekan setimnya, Zen Mitani, Veda akan membentuk duet rookie di Honda Team Asia.
Sementara itu, Brian Uriarte yang merupakan juara Red Bull Rookies Cup 2025 juga akan bersaing di Moto3 2026 bersama tim Red Bull KTM Ajo.
Daftar Pembalap Moto3 2026
Beberapa tim dan pembalap yang akan meramaikan Moto3 2026 antara lain:
| Tim | Pembalap |
|---|---|
| Aspar Team | Maximo Quiles, Marco Morelli |
| Leopard Racing | Guido Pini, Adrian Fernandez |
| Liqui Moly Intact GP | David Munoz, David Almansa |
Di sisi lain, tim SIC58 Squadra Corse yang dipimpin Paolo Simoncelli, ayah mendiang Marco Simoncelli, mengungkapkan kekecewaan atas performa kedua pembalapnya, Casey O'Gorman dan Leo Rammerstorfer. Keduanya adalah rookie yang mengalami hasil minor dan serangkaian insiden, termasuk kecelakaan di COTA.
O'Gorman, yang memulai balapan dari posisi kedua di kualifikasi COTA, gagal memanfaatkan peluangnya dan terjatuh di tiga lap terakhir. Sementara itu, Rammerstorfer hanya mampu finis di posisi ke-20. Simoncelli menyesali hilangnya fokus O'Gorman meskipun usianya yang masih muda menjadi pertimbangan.
Kesulitan Honda Team Asia dan Veda
Pengalaman serupa juga dialami Honda Team Asia di COTA. Veda Ega Pratama dan Zen Mitani sama-sama gagal menyelesaikan lomba karena kecelakaan. Veda, yang sempat meraih podium di Brasil, terjatuh di tikungan 11 pada putaran keempat, sedangkan Mitani terjatuh di lap terakhir.
Situasi ini menambah tekanan bagi Veda dan timnya untuk segera bangkit di seri berikutnya di Jerez, Spanyol, terutama dengan adanya rival seperti Hakim Danish yang memiliki rekam jejak lebih kuat di sirkuit tersebut.