Pangkalan Militer AS di Dunia: Sebaran dan Kerentanannya

Serangan di Bahrain dan Kuwait soroti kerentanan pangkalan militer AS. Eropa hingga Asia jadi lokasi utama. Simak daftar lengkapnya.

Serangan balasan Iran yang menargetkan markas Angkatan Laut AS di Bahrain kembali meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Insiden ini menyoroti betapa rentannya aset pertahanan Amerika Serikat yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Serangan tersebut, yang berhasil menembus pertahanan markas Armada Kelima, membuktikan bahwa teknologi canggih sekalipun tidak menjamin perlindungan penuh terhadap aset-aset AS di luar negeri.

Mantan Komandan Angkatan Laut Kerajaan Inggris, Tom Sharpe, berpendapat bahwa Bahrain menjadi sasaran karena dianggap sebagai target penting dengan pertahanan udara yang relatif lemah. Rekaman video menunjukkan drone Shahed Iran mampu melewati pertahanan yang ada.

Serangan lain di Kuwait, yang menewaskan enam personel dan melukai 18 lainnya, semakin memperparah situasi. Serangan yang menghantam pusat operasi taktis itu terjadi tanpa peringatan, menyebabkan kerusakan parah.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, menyebut mereka sebagai "yang terbaik yang ditawarkan bangsa ini dan teladan sejati dari pengabdian tanpa pamrih."

Rentetan serangan ini menjadi pengingat akan tantangan besar yang dihadapi Washington dalam melindungi aset-aset militernya yang tersebar luas.

Eropa menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi pangkalan militer AS terpadat. Jerman menjadi pusat komando utama dengan instalasi penting seperti US Army Garrison Ansbach, Bavaria, Stuttgart, dan Wiesbaden. Ramstein Air Base dan Spangdahlem Air Base juga menjadi pangkalan angkatan udara strategis di Jerman.

Italia juga memiliki pangkalan penting seperti Camp Darby, US Army Garrison Italy, Naval Air Station Sigonella, Naval Support Activity Naples, serta Aviano Air Base. Inggris menjadi lokasi bagi RAF Lakenheath, RAF Mildenhall, RAF Alconbury dan RAF Molesworth. Spanyol menyediakan Naval Station Rota dan Moron Air Base.

Yunani menjadi markas bagi US Naval Support Activity Souda Bay, sementara Turki memiliki Incirlik Air Base, Izmir Air Station dan Team DoD Turkey.

Pangkalan Militer AS di Asia-Pasifik

Kawasan Asia-Pasifik menjadi fokus utama strategi pertahanan AS. Jepang dan Korea Selatan menjadi pilar utamanya. Di Jepang, Angkatan Darat AS memiliki Camp Zama dan Torii Station. Angkatan Laut mengoperasikan Commander Fleet Activities Sasebo dan Yokosuka serta Naval Air Facility Atsugi.

Korps Marinir berlokasi di Camp S. D. Butler dan Marine Corps Air Station Iwakuni, sementara Angkatan Udara menguasai Kadena Air Base, Misawa Air Base, dan Yokota Air Base. Di Korea Selatan, kekuatan AS terkonsentrasi di US Army Garrison Daegu, Humphreys, Red Cloud/Casey, dan Yongsan.

Angkatan Laut hadir melalui Commander Fleet Activities Chinhae, sedangkan Angkatan Udara mengoperasikan Kunsan Air Base dan Osan Air Base. Pulau Guam menjadi lokasi pangkalan udara strategis Andersen Air Force Base.

Pangkalan Militer AS di Timur Tengah dan Kawasan Strategis Lainnya

Bahrain menjadi markas bagi Naval Support Activity Bahrain, rumah bagi Armada Kelima AS. Di Turki, AS mempertahankan Incirlik Air Base. Naval Station Guantanamo Bay berada di Kuba. Singapura memiliki Navy Region Singapore sebagai titik dukung logistik. Navy Support Facility Diego Garcia di Samudra Hindia berfungsi sebagai pangkalan militer vital.

Jaringan pangkalan global ini menjadi tantangan bagi Washington dalam melindungi aset-asetnya di tengah ketegangan geopolitik yang kian memanas.

Recommended