Pekerja Informal Dominasi Angkatan Kerja Indonesia per Februari 2026

BPS mencatat 87,74 juta orang di Indonesia bekerja di sektor informal pada Februari 2026, mencakup 59,42 persen dari total penduduk bekerja.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor informal mendominasi pasar tenaga kerja Indonesia dengan total 87,74 juta orang hingga Februari 2026. Angka tersebut mencakup 59,42 persen dari keseluruhan penduduk bekerja yang berjumlah 147,67 juta orang pada periode survei tersebut.

Dilansir dari Detik Finance, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menunjukkan porsi pekerja formal hanya mencapai 59,93 juta orang atau sekitar 40,58 persen. Perbandingan komposisi antara pekerja informal dan formal saat ini berada pada rasio 6 banding 4.

"Dibandingkan dengan Februari 2025, persentase penduduk bekerja pada kegiatan formal turun sebesar 0,02 persen poin, walaupun secara absolut bertambah sebanyak 736 ribu orang," tulis dokumen Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026.

Kategori pekerja formal meliputi tenaga kerja dengan status buruh, karyawan, atau pegawai, serta pengusaha yang dibantu buruh tetap. Sementara itu, kelompok informal mencakup mereka yang berusaha sendiri sebesar 20,57 persen serta pekerja keluarga atau tidak dibayar sebesar 15,97 persen.

Data BPS juga memerinci bahwa kategori pekerja bebas dan pekerja keluarga lainnya menyumbang 13,67 persen dari total lapangan kerja. Meski sektor informal mendominasi, status pekerjaan individu terbanyak secara spesifik tetap dipegang oleh buruh atau karyawan dengan persentase 36,99 persen.

Pekerja bebas di sektor pertanian mencatatkan kenaikan persentase terbesar dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tumbuh 0,14 persen poin. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada kategori pekerja keluarga yang menyusut sebesar 0,15 persen poin dibandingkan data Februari 2025.

Dari sisi latar belakang pendidikan, mayoritas tenaga kerja Indonesia masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah dengan porsi 35,49 persen. Penduduk bekerja dengan kualifikasi pendidikan tinggi seperti Diploma IV hingga S3 tercatat hanya sebesar 10,72 persen pada Februari 2026.

Tren kualitas tenaga kerja menunjukkan perbaikan tipis dengan peningkatan persentase lulusan Diploma hingga Strata-3 sebesar 0,28 persen poin. Kelompok pekerja berpendidikan SD ke bawah dan SMP mengalami tren penurunan masing-masing sebesar 0,39 persen poin dan 0,17 persen poin.

Recommended