Jemaah haji dari seluruh dunia melaksanakan prosesi wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sebagai bagian inti dari rangkaian ibadah haji tahun 2026. Momentum ini menjadi puncak ritual di mana jemaah berkumpul sejak matahari tergelincir hingga waktu maghrib tiba.
Sebagaimana dilansir dari Medcom, pelaksanaan wukuf merujuk pada sabda Rasulullah SAW bahwa esensi haji adalah wukuf di Arafah. Keabsahan ibadah ini sangat bergantung pada kehadiran fisik jemaah di lokasi tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui panduannya menekankan agar jemaah memperbanyak zikir dan doa selama berada di Arafah. Aktivitas ibadah ini disunnahkan untuk diintensifkan terutama setelah memasuki waktu zawal atau masuknya waktu dzuhur.
Syarat utama kelancaran wukuf meliputi kehadiran tepat waktu di Padang Arafah dan landasan niat yang tulus untuk mengharap ridha Allah SWT. Jemaah diinstruksikan untuk mengisi waktu tersebut dengan permohonan ampunan serta kesungguhan dalam berzikir agar esensi ibadah tercapai secara maksimal.
Beberapa bacaan doa yang dianjurkan bagi para jemaah meliputi tahmid, takbir, hingga doa sapu jagad untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat. Selain itu, terdapat doa khusus untuk memohon perlindungan dari siksa kubur dan keteguhan dalam menjalankan tobat setelah kembali ke tanah air.
"Haji adalah Wukuf di Arafah," ujar Rasulullah SAW dalam kutipan hadis yang menjadi pedoman utama seluruh jemaah dalam melaksanakan rukun haji tersebut. Penegasan ini menjadikan kehadiran di Arafah sebagai penentu utama sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.
Selama prosesi berlangsung, jemaah juga dianjurkan membaca doa agar dijauhkan dari kemaksiatan dan diberikan kemudahan dalam urusan ketaatan. Suasana di Padang Arafah menjadi lokasi jutaan orang memanjatkan harapan serta pengakuan dosa di hadapan Sang Pencipta.