Bek Manchester United, Matthijs de Ligt, menargetkan untuk kembali merumput pada bulan Maret setelah absen cukup lama karena cedera punggung yang dialaminya.
Kabar ini menjadi angin segar bagi Manchester United yang tengah berjuang untuk mengamankan posisi di empat besar Premier League.
Terakhir kali De Ligt bermain adalah pada 30 November saat Manchester United menghadapi Crystal Palace. Pada laga tersebut, ia mengalami cedera punggung yang membuatnya harus absen dari lapangan hijau.
Media Inggris melaporkan bahwa De Ligt sangat bertekad untuk segera pulih dan kembali memperkuat lini pertahanan Manchester United secepatnya.
Meskipun sempat mengalami kemunduran dalam proses pemulihan bulan lalu, De Ligt berhasil menghindari operasi.
Kembalinya De Ligt dinilai krusial bagi Manchester United yang membutuhkan stabilitas dan pengalaman di lini belakang pada fase penting musim ini.
Target finis di zona Liga Champions menjadikan setiap tambahan kekuatan sangat berharga, terutama di tengah jadwal padat dan persaingan ketat di papan atas.
Selain itu, De Ligt juga memiliki motivasi pribadi yang besar. Pemain berusia 26 tahun itu ingin memastikan kondisinya prima demi ambisinya membela Timnas Belanda pada agenda internasional besar musim panas mendatang.
Partisipasi di Piala Dunia menjadi salah satu target utama De Ligt, sehingga proses pemulihannya dijalani dengan hati-hati namun tetap dengan ambisi yang tinggi.
Staf medis Manchester United terus memantau perkembangan De Ligt secara intensif. Klub tidak ingin mengambil risiko berlebihan, mengingat cedera punggung termasuk jenis cedera sensitif yang dapat berdampak jangka panjang jika ditangani tergesa-gesa.
Jika mampu kembali sesuai rencana pada bulan Maret, De Ligt berpotensi langsung menjadi pilar penting di jantung pertahanan pasukan Michael Carrick pada periode penentuan musim. Kehadirannya bukan hanya menambah kualitas bertahan, tetapi juga memberikan kepemimpinan dan ketenangan yang sangat dibutuhkan Setan Merah dalam perburuan tiket Liga Champions.
Sumber: The Sun