PT Invetra Teknologi Berjangka resmi memperkenalkan platform trading digital Invetra di Indonesia pada Rabu (13/5/2026) guna merespons pertumbuhan signifikan pasar perdagangan berjangka nasional. Peluncuran ini difokuskan untuk memfasilitasi kebutuhan investor lokal terhadap instrumen derivatif melalui sistem yang lebih efisien dan berkinerja tinggi.
Pertumbuhan pasar ini tercermin dari data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang mencatat nilai transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) mencapai Rp33.214,89 triliun pada 2024. Dilansir dari Detik Finance, angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 29,34 persen dibandingkan perolehan tahun 2023 yang berjumlah Rp25.679,97 triliun.
Director Invetra Teknologi Berjangka, Jufri Sinurat, menjelaskan bahwa platform ini dikembangkan secara presisi untuk menyesuaikan karakteristik dan gaya trading investor di tanah air. Pihaknya memilih untuk fokus pada spesialisasi perdagangan forex dan komoditas demi memberikan nilai kedalaman pasar yang lebih optimal bagi para penggunanya.
"Invetra dirancang secara khusus untuk memberdayakan komunitas ini. Yang menjadi landasan kami menghadirkan platform yang memahami kebutuhan mereka dan berkembang seiring dengan ambisi para trader," kata Jufri Sinurat, Director Invetra Teknologi Berjangka.
Ekspansi layanan keuangan digital ini juga didorong oleh proyeksi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan menyentuh angka US$360 miliar pada tahun 2030 mendatang. Laporan e-Conomy SEA menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan ponsel pintar menjadi katalis utama bagi masyarakat dalam mengakses instrumen investasi yang lebih luas.
Menurut Jufri, jumlah nasabah pialang berjangka terdaftar yang terus meningkat memperlihatkan minat besar pada strategi investasi berbasis forex dan komoditas. Invetra kini bersaing di pasar domestik dengan menawarkan keunggulan pengalaman pengguna bagi para trader aktif yang membutuhkan aksesibilitas cepat dan sistem yang mumpuni.