Pemerintah Percepat Proyek PSEL di Empat Lokasi

Pemerintah mempercepat proyek PSEL di Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Groundbreaking dijadwalkan Juni.

Pemerintah terus berupaya mempercepat realisasi proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai solusi mengatasi masalah sampah yang kian mendesak. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa empat proyek PSEL akan memasuki tahap groundbreaking pada bulan Juni.

Menurut Zulhas, keempat proyek tersebut telah memasuki tahap kontrak yang diumumkan oleh Danantara. Proyek ini merupakan bagian dari tahap pertama percepatan pengolahan sampah secara nasional. Lokasi proyek PSEL tahap awal ini meliputi Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta.

Zulhas menjelaskan, selain empat lokasi tersebut, pemerintah juga sedang mempersiapkan tahap kedua proyek PSEL yang mencakup 14 titik. Dari jumlah tersebut, 10 lokasi telah ditetapkan, termasuk Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, Serang, serta tiga lokasi tambahan di Jakarta.

Dalam upaya mewujudkan proyek ini, pemerintah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta perguruan tinggi seperti ITB, untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang tepat guna.

Zulhas menegaskan, langkah-langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi sampah di berbagai daerah yang semakin memprihatinkan. Pemerintah menargetkan penyelesaian masalah sampah ini dalam dua tahun ke depan, dengan fokus pada pengolahan waste to energy serta penanganan sampah di perkantoran, perumahan, sekolah, dan pasar.

Zulhas menilai bahwa permasalahan sampah di Indonesia sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, termasuk kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Ia menggambarkan tumpukan sampah di Bantargebang seperti gedung belasan lantai, dengan volume sampah di Jakarta mencapai 8.000 ton per hari.

Ia juga menyoroti potensi tragedi longsor sampah di TPST Bantargebang. Kondisi Bantargebang yang kian memburuk ini menjadi alasan utama pemerintah mempercepat proyek PSEL atau waste to energy.

Pemerintah telah merencanakan tiga proyek PSEL di Jakarta sebagai bagian dari tahap kedua. Salah satunya adalah TPST Bantargebang yang mampu mengolah 3.000 ton sampah per hari.

"(Proyek kedua) ada juga di Tanjungan, itu luas lahan 8 hektare, itu bisa 2.000 ton per hari sampah baru. Yang ketiga di Sunter, yang dekat JIS itu, itu juga bisa di atas 2.000 ton per hari," jelas Zulhas.

Recommended