Pemerintah Pertimbangkan WFH Setelah Lebaran 2026 untuk ASN dan Swasta

Pemerintah berencana menerapkan WFH setelah Lebaran 2026 bagi ASN dan imbauan untuk swasta guna menghemat energi hingga 20%.

Pemerintah berencana menerapkan kebijakan work from home (WFH) setelah Lebaran 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menghemat energi, menyusul lonjakan harga minyak dunia.

Kebijakan WFH diharapkan dapat menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengganggu produktivitas kerja. Pemerintah juga mengimbau sektor swasta untuk turut menerapkan kebijakan ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa aturan WFH akan segera didetailkan dan berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Implementasi WFH juga dianjurkan untuk sektor swasta, kecuali bagi mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik.

"(Aturan) WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," ujar Airlangga, dilansir dari Antara, Minggu, 22 Maret 2026.

Pemerintah menetapkan bahwa WFH hanya akan dilakukan satu hari dalam seminggu. Skema ini dipilih untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan produktivitas kerja. Koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri akan dilakukan untuk memastikan efektivitas kebijakan ini.

Potensi Penghematan BBM

Penerapan WFH diyakini dapat memberikan dampak signifikan terhadap penghematan energi, terutama bahan bakar minyak (BBM). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan bahwa WFH selama satu hari dapat mengurangi konsumsi BBM hingga 20 persen.

"Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM)," kata Purbaya.

Purbaya menambahkan, "Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH."

Antisipasi Krisis Energi Global

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menekankan pentingnya efisiensi energi sebagai respons terhadap kondisi global.

"Ini saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat. Kita pikirkan. Dulu kita atasi covid, berhasil kita. Dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," kata Prabowo.

Recommended