Pemerintah Rencanakan Bangun Tempat Penyimpanan Minyak

Pemerintah berencana membangun tempat penyimpanan minyak yang mampu menampung cadangan hingga tiga bulan ke depan.

Pemerintah berencana membangun tempat penyimpanan minyak yang memenuhi standar internasional, mampu menampung cadangan hingga tiga bulan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Saat ini, kapasitas penyimpanan minyak nasional hanya cukup untuk 23 hari. Bahlil menyampaikan hal tersebut di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Lokasi pembangunan storage ini akan berada di Sumatera. Saat ini, Kementerian ESDM tengah menyusun feasibility study (FS) sebelum memulai tahap konstruksi.

"Makanya kita sekarang mau bangun storage untuk minimal 3 bulan. Kalau kita impor sebanyak itu kita mau taruh di mana? Itu kira-kira problem kita dan ini terjadi bukan, kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita dan kita harus perbaikan," ujar Bahlil.

Pembangunan storage ini ditargetkan akan dimulai pada tahun ini. "Ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatera. Sumatera nya pun jangan tanya saya di kabupaten apa," kata Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan bahwa proyek storage ini berbeda dengan proyek kilang 1 juta barel yang telah dibicarakan sebelumnya.

"Storage dulu, yang lain-lainnya kita bicarakan. Kalau minyak jadi, selama ada crude nya, sekarang kan pabriknya kita lagi dorong," kata Bahlil

Recommended