Kementerian Agama (Kemenag) memberikan panduan bagi masyarakat yang akan mudik pada Ramadan 2026. Pemudik beragama Islam diperbolehkan untuk tidak berpuasa karena berstatus sebagai musafir, yaitu orang yang melakukan perjalanan jauh.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengingatkan agar pemudik tetap menjaga adab selama perjalanan. Salah satunya adalah dengan tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa.
"Sebisa mungkin tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan orang yang sedang berpuasa. Itu bagian dari adab dan etika yang perlu dijaga," ujar Arsad di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Senin, 16 Maret 2026.
Keringanan tidak berpuasa bagi musafir didasarkan pada Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 185. Ayat ini menyebutkan bahwa orang sakit atau dalam perjalanan boleh tidak berpuasa dan wajib menggantinya di lain hari.
Meski demikian, Arsad menjelaskan bahwa tetap berpuasa saat safar memiliki keutamaan tersendiri jika kondisi fisik memungkinkan. "Apabila seseorang masih mampu berpuasa saat mudik, maka itu lebih baik dan memiliki keutamaan tersendiri," kata Arsad.
Teladan Rasulullah SAW
Arsad menambahkan, anjuran ini didukung oleh hadis yang menunjukkan Rasulullah SAW pernah tetap berpuasa dalam perjalanan. Dalam riwayat Abu Darda disebutkan bahwa dalam perjalanan yang sangat panas, hanya Rasulullah SAW dan Abdullah bin Rawahah yang berpuasa. Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Menurut Arsad, pilihan untuk tetap berpuasa atau tidak saat safar dikembalikan pada kondisi masing-masing individu.
"Bagi yang sedang safar lalu tetap berpuasa, itu menjadi keutamaan tersendiri selama tidak menimbulkan kesulitan yang berat," ujarnya.
Manfaatkan Masjid Ramah Pemudik
Kemenag juga mengimbau para pemudik agar tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Arsad menyarankan pemudik memanfaatkan fasilitas yang tersedia di masjid sepanjang jalur mudik.
"Kalau dalam perjalanan merasa lelah, jangan dipaksakan. Silakan manfaatkan masjid-masjid yang menjadi bagian dari program Masjid Ramah Pemudik sebagai tempat beristirahat," kata Arsad.
Dengan memahami aturan dan adab ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berjalan lancar sekaligus tetap menjaga kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadan.