Petugas Bea Cukai Amerika Serikat Tahan YouTuber Mrwhosetheboss

YouTuber Arun Maini atau Mrwhosetheboss rugi Rp 4,9 miliar setelah ditahan dan dideportasi oleh petugas imigrasi Amerika Serikat terkait masalah visa.

YouTuber teknologi ternama, Arun Maini, mengungkapkan pengalamannya saat ditahan oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) pada Minggu, 10 Mei 2026, yang mengakibatkan kerugian proyek senilai USD 300 ribu atau setara Rp 4,9 miliar.

Dilansir dari Detik iNET, kreator konten asal Inggris dengan lebih dari 22 juta pelanggan tersebut menceritakan insiden tersebut dalam wawancara bersama Dexerto baru-baru ini. Penahanan tersebut terjadi saat Maini hendak meliput stadion berteknologi tinggi di Amerika Serikat.

Sesampainya di bandara, petugas imigrasi menghentikan Maini untuk menjalani pemeriksaan intensif. Situasi memanas ketika petugas mulai memberikan pertanyaan mendalam dan menuduh Maini melakukan aktivitas ilegal terkait keuangan di wilayah Amerika Serikat.

Maini kemudian dibawa ke ruang pemeriksaan khusus dengan penjagaan ketat. Ia mengaku dipaksa menjalani pemeriksaan fisik secara menyeluruh setelah melepaskan seluruh pakaiannya, yang dinilainya sebagai tindakan yang sangat melanggar privasi.

"Mereka membawa saya ke sel, melepas semua pakaian saya, lalu melakukan pemeriksaan fisik di berbagai bagian tubuh. Sangat melanggar privasi," ujar Arun Maini, YouTuber Mrwhosetheboss kepada Dexerto.

Selama penahanan yang berlangsung selama 26 jam, seluruh perangkat komunikasi milik Maini disita oleh petugas. Hal ini menyebabkan pihak keluarga, rekan kerja, maupun sponsor tidak dapat mengetahui keberadaannya selama lebih dari satu hari.

Proyek video bernilai miliaran rupiah tersebut akhirnya gagal total setelah Maini dipulangkan ke Inggris melalui penerbangan deportasi. Maini menduga penggunaan jenis visa yang tidak tepat untuk pekerjaan peliputan berbayar menjadi pemicu utama insiden ini.

Hingga saat ini, Maini mengaku masih mengalami dampak psikologis dan selalu mendapatkan pemeriksaan tambahan setiap kali memasuki wilayah Amerika Serikat. Ia menyebut terdapat catatan khusus pada sistem imigrasi yang membuatnya selalu diarahkan ke ruang pemeriksaan kedua.

Kasus ini memicu diskusi luas di media sosial mengenai regulasi visa bagi kreator konten internasional yang melakukan pekerjaan komersial di AS. Muncul pula dugaan mengenai praktik profiling rasial karena latar belakang etnis Maini, meskipun belum ada bukti resmi terkait motif tersebut.

Recommended