Kemenag Buka Pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit Mulai 1 April 2026

Kemenag dan LPDP buka pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk lulusan pesantren program Sarjana Lanjut Magister Bahasa dan Sastra Arab.

Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka pendaftaran Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 mulai Selasa, 1 April hingga 31 Mei 2026. Program beasiswa penuh ini secara khusus menyasar lulusan pondok pesantren untuk menempuh program Sarjana Lanjut Magister di bidang Bahasa dan Sastra Arab.

Dilansir dari Medcom, skema bantuan ini menggabungkan jenjang S1 dan S2 dengan total durasi pendanaan selama 48 bulan atau empat tahun. Fokus utama program ini adalah pengembangan sumber daya manusia di lingkungan keagamaan melalui pembiayaan dari Dana Abadi Pendidikan.

Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya sebagai perguruan tinggi mitra. Mahasiswa yang terpilih diwajibkan memulai kegiatan perkuliahan pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 setelah mendapatkan surat penerimaan tanpa syarat atau LoA Unconditional.

Fasilitas pendanaan BIB 2026 terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Dana Pendidikan dan Dana Pendukung. Dana Pendidikan meliputi biaya pendaftaran, SPP atau UKT, tunjangan buku, penelitian tesis, serta biaya publikasi jurnal internasional.

Sementara itu, Dana Pendukung mencakup biaya transportasi, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, hingga uang saku bulanan. Kemenag melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) menegaskan bahwa penerima beasiswa yang melebihi batas waktu studi 48 bulan harus menanggung sisa biaya secara mandiri.

Kriteria pendaftar dikhususkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berstatus santri atau lulusan pondok pesantren di bawah binaan Kemenag. Syarat usia maksimal ditetapkan 20 tahun per 31 Desember 2026 bagi lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026.

Pendaftar juga diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Arab yang dibuktikan dengan skor TOAFL minimal 500 dari lembaga resmi PTKIN. Selain itu, calon peserta harus melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan pesantren yang menyatakan santri telah mukim minimal tiga tahun dan mampu membaca Kitab Kuning.

Proses seleksi akan berlangsung dalam tiga tahap utama, dimulai dari seleksi administrasi, asesmen kapasitas akademik dan psikologis, hingga tahap wawancara substansi. Pengumuman hasil akhir atau kelulusan dijadwalkan akan diterbitkan pada 27 Juli 2026 sebelum memulai perkuliahan di bulan Agustus.

Recommended