Peneliti Tebang Pohon Tertua di Dunia untuk Riset Perubahan Iklim

Pohon Prometheus berusia 4.800 tahun di Nevada ditebang untuk penelitian perubahan iklim, memicu debat etika lingkungan yang panjang.

Sebuah pohon pinus kuno jenis Bristlecone Pine bernama Prometheus ditebang demi kepentingan penelitian ilmiah pada tahun 1964 di wilayah Nevada, Amerika Serikat. Langkah ekstrem ini diambil untuk mendalami data perubahan iklim melalui analisis lingkaran tahun pohon yang diyakini telah hidup selama ribuan tahun.

Penebangan organisme non-klonal yang diperkirakan berusia lebih dari 4.800 tahun tersebut dilakukan oleh Donald Rusk Currey. Dilansir dari Detik iNET, Currey merupakan seorang mahasiswa pascasarjana yang saat itu berupaya memahami kondisi lingkungan masa lalu yang terekam secara alami pada batang pohon.

Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah mendapatkan izin resmi dari otoritas kehutanan Amerika Serikat. Para peneliti bermaksud mengambil data akurat mengenai fluktuasi iklim global yang tersimpan dalam struktur kayu pohon spesies Pinus longaeva tersebut selama milenium terakhir.

"Penelitian ini bertujuan memperoleh data yang lebih akurat tentang perubahan lingkungan yang secara alami tercatat dalam batang pohon selama ribuan tahun," ujar laporan penelitian tersebut sebagaimana dikutip dari ClickPetroleoeGas melalui Detik iNET.

Keputusan menebang Prometheus memicu kontroversi luas di kalangan komunitas sains dan aktivis lingkungan karena usia asli pohon tersebut baru diketahui setelah ditebang. Insiden ini mengungkap fakta bahwa pohon tersebut telah tumbuh sejak sebelum pembangunan piramida Mesir dan melampaui masa kelahiran Yesus Kristus.

Dampak dari peristiwa ini menjadi titik balik krusial dalam penetapan etika penelitian lapangan dan perlindungan sumber daya alam hayati. Otoritas terkait kemudian memperketat aturan konservasi di habitat Bristlecone Pine untuk mencegah hilangnya warisan alam yang tak tergantikan di masa depan.

Kisah penebangan Prometheus kini tetap menjadi referensi utama dalam diskusi mengenai batas antara kemajuan ilmu pengetahuan dan pelestarian lingkungan hidup. Penegasan mengenai pentingnya perlindungan spesies langka terus diperkuat melalui regulasi kehutanan di Amerika Serikat pasca kejadian tersebut.

Recommended