Jutaan pengguna iPhone menjadi target teknik peretasan baru yang diungkap oleh Google, perusahaan keamanan siber Lookout, dan iVerify. Peretasan ini tidak menggunakan aplikasi berbahaya, melainkan melalui kunjungan ke situs web.
Teknik peretasan ini memanfaatkan spyware bernama DarkSword, yang mengincar iPhone dengan sistem operasi iOS 18. Data sensitif seperti log panggilan, riwayat browser, informasi kartu SIM, screenshot, foto, dan kontak dapat dicuri oleh spyware ini.
Data dari aplikasi iMessage, email, WhatsApp, Telegram, serta kredensial dompet kripto juga berisiko dicuri. DarkSword dirancang untuk mencuri data dengan cepat dan kemudian menghilang, tidak untuk memata-matai pengguna dalam jangka panjang.
Menurut laporan Lookout yang dikutip dari Mashable, Kamis (19/3/2026), spyware ini menghapus jejaknya setelah mengumpulkan dan mencuri data yang ditargetkan.
Lookout menambahkan, lamanya spyware berada di perangkat diperkirakan hanya beberapa menit, tergantung pada jumlah data yang ditemukan dan dicuri.
Proses peretasan dimulai ketika iPhone membuka iframe berbahaya yang ada di halaman web. Selanjutnya, spyware menyebar ke seluruh iPhone dan mengumpulkan informasi sensitif sebelum menghapus dirinya sendiri.
Spyware ini tidak dapat dideteksi setelah perangkat yang terinfeksi di-restart, karena semua bukti infeksi langsung dihapus. Pengguna iPhone di Ukraina, Arab Saudi, Malaysia, Turki, dan Rusia dilaporkan telah menjadi korban serangan spyware ini.
Diduga, asal usul spyware DarkSword terkait dengan toolkit bernama Coruna, yang diciptakan oleh perusahaan Trenchant untuk pemerintah Amerika Serikat. Toolkit tersebut menargetkan perangkat iOS lawas yang menjalankan iOS 13 hingga iOS 17.
Apple telah menambal celah yang digunakan oleh DarkSword dan Coruna melalui pembaruan terbaru iOS 26. Namun, tidak semua pengguna iPhone telah menginstal iOS 26 yang dirilis pada tahun 2025.
Darksword mengincar iPhone yang menggunakan iOS versi 18.4 hingga 18.62. Berdasarkan statistik adopsi iOS terbaru, sekitar 25% iPhone masih menggunakan iOS 18, yang berarti jutaan perangkat berisiko diserang oleh spyware ini.