Bakti Komdigi Berikan Penghargaan Konektivitas Digital 2026 di Jakarta

Bakti Komdigi dan Detikcom memberikan penghargaan kepada pejuang internet dan literasi digital di Hotel Sultan pada Jumat, 17 April 2026.

Bakti Komdigi bersama Detikcom menyelenggarakan malam penganugerahan Apresiasi Konektivitas Digital 2026 bagi individu dan komunitas yang berkontribusi memperkuat akses internet di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).

Acara tersebut memberikan penghargaan kepada sejumlah sosok yang berperan penting dalam mengatasi hambatan komunikasi di berbagai daerah terpencil di Indonesia, khususnya di wilayah Papua dan Aceh. Berdasarkan laporan dari Detik iNET, para pemenang terpilih atas dedikasi mereka dalam membangun infrastruktur serta mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi.

Kepala Dinas Kominfo Asmat, Jamaluddin, dinobatkan sebagai pemenang kategori Individu Pejuang Internet Masuk Desa. Sejak bertugas pada 2004, Jamaluddin aktif mengawal pembangunan menara pemancar sinyal (BTS) di Kabupaten Asmat yang kini berjumlah 185 unit.

"Dulu di distrik atau kampung-kampung itu belum ada sinyal sama sekali," kata Jamaluddin, Kadis Kominfo Asmat. Ia menambahkan bahwa upaya koordinasi intensif dengan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk memastikan pemerataan akses komunikasi di wilayah titik buta (blank spot).

Selain pembangunan infrastruktur, penghargaan kategori Individu Pegiat Literasi Digital diberikan kepada Inez Senia, seorang penyiar radio di Kabupaten Jayapura. Inez fokus memberikan edukasi pengelolaan media sosial dan penyuntingan konten bagi masyarakat adat, pelaku UMKM, dan kaum perempuan sejak tahun 2023.

Pada kategori Individu Konten Kreator Lokal Kreatif, apresiasi diberikan kepada Irson Hanunu, seorang kepala sekolah SMK yang aktif di komunitas BAKTI E-Community. Irson tercatat memiliki 526,6 ribu pengikut di TikTok dan rutin membagikan materi pemasaran digital serta pendidikan bagi tenaga pendidik per 3 Maret 2026.

Penghargaan kategori Komunitas Pendorong Internet untuk Rakyat diberikan kepada Relawan TIK Aceh (RTIK Aceh). Organisasi ini dinilai sigap dalam memulihkan aksesibilitas digital darurat pascabencana banjir dengan mendirikan posko internet menggunakan perangkat satelit Starlink.

RTIK Aceh juga berkolaborasi dengan Siberkreasi untuk melakukan literasi digital mendesak guna memitigasi penyebaran informasi palsu di tengah situasi darurat. Sinergi ini juga melibatkan penyediaan perangkat pendukung seperti generator set dan bank daya bagi warga di pengungsian untuk menjaga ketahanan komunikasi.

Recommended