Pengusaha Angkutan Keluhkan Kapal Feri Tidak Optimal

Pengusaha angkutan penyeberangan mengeluhkan banyak kapal feri tidak dapat beroperasi optimal karena kapasitas dermaga terbatas.

Kapasitas dermaga yang terbatas menjadi penyebab utama banyak kapal feri tidak dapat beroperasi secara optimal, sehingga pengusaha angkutan penyeberangan menyampaikan keluhan.

Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menyoroti masalah ini. Akibatnya, banyak kapal tidak dapat mengangkut penumpang secara maksimal.

Ketua Umum GAPASDAP, Khoiri Soetomo menjelaskan, "Pada lintasan strategis seperti Merak-Bakauheni maupun Ketapang-Gilimanuk, jumlah kapal sebenarnya sudah mencukupi bahkan cenderung berlebih. Persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan kapasitas dermaga sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal," kata Khoiri, Kamis (5/3/2026).

Selain itu, kebijakan pengaturan arus kendaraan, seperti saat musim mudik, menimbulkan ketidakseimbangan distribusi kendaraan antara pelabuhan utama dan pelabuhan penunjang. Pelabuhan utama seringkali relatif kosong, sementara pelabuhan penunjang seperti BBJ dan Ciwandan mengalami antrean panjang kendaraan barang.

Kondisi ini memicu pola operasi TBB (Tiba Bongkar Berangkat), di mana kapal kembali berangkat tanpa memuat kendaraan atau muatan setelah membongkar muatannya.

"Dalam situasi tersebut kapal tetap beroperasi dengan biaya penuh namun tanpa pendapatan yang seimbang, sehingga operator penyeberangan pada praktiknya turut menanggung beban ekonomi yang cukup besar dalam menjaga kelancaran Angkutan Lebaran," jelas Khoiri.

GAPASDAP berpendapat bahwa industri penyeberangan belum mendapatkan fleksibilitas kebijakan ekonomi yang setara dengan moda transportasi lain. Pemerintah memberikan ruang penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode puncak perjalanan untuk sektor penerbangan, kereta api, dan angkutan darat.

Menurut Khoiri, mekanisme ini dapat menjaga keberlanjutan usaha operator dan mengatur distribusi permintaan. "Penerapan tarif dinamis hingga batas atas pada periode tertentu dapat membantu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata, sehingga penumpukan pada waktu dan pelabuhan tertentu dapat dikurangi," tambah Khoiri.

GAPASDAP juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas dermaga pada lintasan penyeberangan utama dalam jangka menengah dan panjang sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi nasional.

Recommended