Malwarebytes Temukan Penipuan Pembaruan Windows Palsu Pencuri Data

Peretas menggunakan situs Microsoft palsu untuk menyebarkan malware pencuri kata sandi melalui pesan pembaruan sistem yang mendesak.

Para peneliti keamanan siber mendeteksi kampanye penipuan baru yang menargetkan pengguna sistem operasi Windows melalui pesan pembaruan perangkat lunak palsu pada Jumat (17/4/2026). Peretas mengarahkan korban ke situs web yang menyerupai halaman resmi Microsoft untuk mencuri data pribadi.

Skema penipuan ini bekerja dengan mengirimkan email atau pesan teks berisi perintah pembaruan sistem yang mendesak. Berdasarkan temuan yang dilansir dari Detik iNET, situs web palsu tersebut menggunakan desain, font, dan warna yang sangat identik dengan layanan dukungan resmi Microsoft.

Setelah pengguna terpancing masuk ke situs tersebut, mereka akan diminta mengunduh file yang diklaim sebagai pembaruan keamanan. Namun, file tersebut berisi malware berbahaya yang dirancang untuk membobol kata sandi, informasi kartu kredit, dan detail akun penting lainnya.

Peneliti dari Malwarebytes mengonfirmasi bahwa penjahat siber sengaja menyamarkan file berbahaya agar tampak asli bagi pengguna. Taktik ini juga dilakukan untuk menghindari deteksi dari beberapa perangkat lunak keamanan standar yang terpasang di komputer korban.

"Jika Anda menerima email, SMS, atau pemberitahuan yang mendesak Anda untuk menginstal pembaruan mendesak, jangan klik tautannya," kata Malwarebytes dalam peringatannya. Lembaga riset keamanan tersebut menyarankan pengguna untuk selalu melakukan pengecekan langsung melalui menu pengaturan resmi di perangkat.

Meskipun saat ini banyak laporan kasus ditemukan di wilayah Prancis, para pakar memperingatkan bahwa serangan ini berpotensi menyebar ke skala global dengan cepat. Para ahli mengimbau pengguna untuk tidak pernah memercayai tautan pembaruan yang dibagikan melalui media sosial atau pesan pribadi.

Langkah pencegahan paling efektif adalah dengan mengaktifkan fitur pembaruan otomatis yang tersedia secara bawaan di dalam sistem Windows. Metode ini dinilai jauh lebih aman daripada mengunduh file pembaruan secara manual dari situs web pihak ketiga yang mencurigakan.

Recommended