Dharma Raj Ungkap Alasan Emosional Pindah Latih Hoki Indonesia dari Malaysia

Pelatih Timnas Hoki Indonesia, Dharma Raj, membantah isu uang di balik kepindahannya dari Malaysia, ia ungkap kekecewaan dan faktor dualisme federasi.

Pelatih Tim Nasional Hoki Indonesia, Dharma Raj, membeberkan kisah di balik keputusannya untuk meninggalkan Malaysia dan menerima tawaran melatih Tim Merah-Putih. Kepindahan ini terjadi setelah ia mendedikasikan lebih dari satu dekade untuk tim hoki di negara asalnya.

Dharma Raj dengan tegas membantah spekulasi publik yang menyebut kepindahannya ke Indonesia karena faktor finansial, terutama setelah Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia. “Beberapa berita menyebut saya meninggalkan Malaysia karena uang setelah Indonesia mengalahkan Malaysia. Kadang saya membaca komentar netizen seperti itu. Padahal sama sekali tidak,” ujar Dharma Raj, seperti dikutip dari Bola.

Sebelum mengambil langkah besar tersebut, Dharma Raj telah mengabdikan diri selama lebih dari sebelas tahun bersama Timnas Hoki Malaysia. Selama periode itu, ia telah melalui berbagai dinamika dan memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan hoki di Malaysia.

Masa bakti Dharma Raj di Malaysia berakhir usai SEA Games Filipina 2019, di mana tim hoki indoor putri Malaysia sukses meraih medali emas pada 26 Desember. Kala itu, sistem kontrak yang berlaku di Malaysia adalah satu tahunan. Setelah sebelas tahun pengabdian, semua pelatih, termasuk dirinya, diminta mengajukan permohonan ulang untuk kontrak baru.

Situasi ini menimbulkan kekecewaan mendalam bagi Dharma Raj. Ia merasa sangat berat dengan keputusan tersebut, mengingat kontribusi besar yang telah diberikannya untuk hoki Malaysia selama bertahun-tahun.

“Saya waktu itu merasa kesal. Saya sudah 11 tahun di tim nasional dan memberikan prestasi. Saya meninggalkan usaha dan banyak hal untuk menjadi pelatih. Saya hanya ingin orang menghormati pekerjaan saya sebagai pelatih,” ungkapnya.

Di tengah perasaan kesal itu, Dharma Raj mulai mempertimbangkan tawaran yang sudah lama diterimanya dari Indonesia. Ia mengaku telah menjalin hubungan baik dengan para petinggi Federasi Hoki Indonesia sejak tahun 2014.

Dharma Raj mengenang perkataan Sekretaris Jenderal Federasi Hoki Indonesia pada saat itu. “Coach, kapan-kapan kalau mau melatih, Indonesia menunggu coach datang ke sini,” ujarnya menirukan ucapan Sekjen. Setelah itu, ia memutuskan untuk datang ke Indonesia terlebih dahulu untuk melihat situasinya, dengan pemikiran ia bisa kembali jika merasa tidak cocok.

Saat itu, Dharma Raj menyadari bahwa federasi hoki Indonesia masih menghadapi masalah dualisme. Namun, ia mendapatkan jaminan dari pihak federasi bahwa masalah tersebut akan segera diselesaikan. Keyakinan tersebut terbukti, setelah hampir dua tahun, FHI berhasil bersatu kembali.

Keputusan Dharma Raj untuk pindah ke Indonesia sempat dianggap 'bodoh' oleh beberapa pihak karena kondisi dualisme yang masih berlangsung. “Nah, tetap saya dianggap sebagai stupid lah karena pergi ke Indonesia waktu itu karena kan dualisme. Padahal bisa bermain di internasional dan untuk apa pergi ke Indonesia?” tuturnya.

Dharma Raj mengawali tugasnya di Indonesia dengan melatih tim PON Papua 2021 di Jawa Barat, di mana ia sukses meraih dua medali emas untuk tim putra dan putri. Meski telah melatih Timnas Hoki Indonesia, ia juga diberi izin untuk menjadi konsultan di Medan.

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia mengubah pandangan Dharma Raj tentang Indonesia secara drastis. Awalnya, ia berpikir akan sering pulang-pergi Malaysia karena jarak yang dekat. Namun, selama 18 bulan tidak bisa kembali ke Malaysia, ia justru mulai menemukan rasa cinta terhadap Indonesia.

“Waktu COVID Malaysia ditutup, tetapi di Indonesia masih bisa pergi ke satu tempat, boleh ke mana-mana dan waktu itu saya peluang untuk keliling Indonesia. Saya enggak bisa pulang ke Malaysia, sedangkan di Indonesia bisa bergerak,” kenangnya. Selama periode itulah Dharma Raj belajar banyak tentang keramahan, ketekunan, dan ketaatan masyarakat Indonesia, yang semakin memantapkan hatinya untuk tinggal di negara ini.

Recommended