Pentagon Rilis 160 Dokumen Rahasia Fenomena UFO dan Anomali Udara

Pentagon merilis 160 dokumen rahasia terkait UFO dan kehidupan ekstraterestrial demi transparansi, meski keaslian data tersebut kini menuai skeptisisme.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mempublikasikan lebih dari 160 dokumen yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai rahasia pada Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya pemerintah untuk mewujudkan transparansi yang lebih luas mengenai fenomena UFO, alien, dan kehidupan ekstraterestrial.

Direktur Keamanan Nasional, Tulsi Gabbard, menyatakan bahwa perilisan arsip tersebut bertujuan memberikan keterbukaan informasi maksimum kepada masyarakat Amerika Serikat. Meskipun demikian, kebijakan ini mendapatkan sorotan tajam dari sejumlah pakar yang meragukan kelengkapan data tersebut.

Dilansir dari Detik iNET, pakar UFO senior Dennis Anderson menilai pemerintah masih menyembunyikan informasi krusial mengenai Fenomena Anomali Tak Dikenal (UAP). Anderson berargumen bahwa otoritas berwenang enggan mengakui adanya fenomena yang tidak bisa mereka kendalikan demi menjaga stabilitas pertahanan.

"Pemerintah tidak akan pernah mengungkap bahwa kita sedang berhadapan dengan fenomena tak dikenal yang tidak bisa kita kendalikan atau hadapi untuk membela diri," kata Dennis Anderson, mantan anggota Center for UFO Studies.

Anderson, yang pernah menyelidiki kasus misterius Cahaya Arthur Kills pada tahun 2001, meyakini bahwa pemerintah sebenarnya memahami hakikat dari fenomena tersebut. Ia merujuk pada sejarah penampakan kapal udara misterius sejak akhir tahun 1800-an yang selalu berkembang melampaui pengetahuan manusia pada masanya.

Terdapat kekhawatiran bahwa rilis dokumen secara bertahap merupakan taktik sengaja agar publik merasa jenuh dengan informasi yang tidak jelas atau buram. Anderson mengklaim dokumen yang dipublikasikan saat ini hanyalah bagian yang dianggap paling tidak berbahaya oleh otoritas keamanan.

Pentagon menjadwalkan publikasi dokumen tambahan secara berkala di masa mendatang. Namun, para peneliti independen tetap mendesak pengungkapan penuh tanpa adanya sensor pada data visual maupun laporan teknis mengenai objek terbang yang tidak teridentifikasi tersebut.

Recommended