Radiasi Chernobyl Tetap Tinggi Dibandingkan Pascapemboman Jepang

Perbedaan letak ledakan dan jumlah material fisil membuat wilayah Chernobyl tetap tidak layak huni bagi manusia hingga saat ini dibandingkan Jepang.

Kawasan Chernobyl di Ukraina tetap menjadi wilayah yang tidak dapat ditempati manusia hingga Senin (11/5/2026), meskipun tragedi nuklir di Hiroshima dan Nagasaki telah berlalu dengan pemulihan kota yang lebih cepat. Perbedaan tingkat kelayakan huni ini disebabkan oleh metode ledakan dan volume material radioaktif yang dilepaskan ke lingkungan.

Ledakan di Hiroshima dan Nagasaki pada awal Agustus 1945 terjadi jauh di atas permukaan tanah untuk memaksimalkan daya hancur melalui tekanan udara. Dilansir dari Detik iNET, metode ini justru mengurangi tingkat radiasi jangka panjang di permukaan tanah karena material radioaktif terbawa ke atmosfer atas.

Sebaliknya, bencana Chernobyl pada 26 April 1986 terjadi di permukaan tanah akibat ledakan reaktor nuklir. Insiden tersebut melepaskan lebih dari 400 kali lipat material radioaktif ke atmosfer dan meninggalkan puing-puing jatuhan nuklir dalam jumlah besar di area lokal.

Jumlah material fisil yang digunakan menjadi faktor penentu utama perbedaan dampak tersebut. Bom Little Boy di Hiroshima hanya mengandung 64 kilogram uranium dengan tingkat kemurnian uranium-235 sekitar 80 persen, di mana reaksi ledakannya berlangsung sangat cepat.

Sementara itu, reaktor nuklir seperti di Chernobyl membutuhkan jumlah bahan bakar yang jauh lebih besar untuk mempertahankan reaksi rantai fisi dalam jangka panjang. Reaktor Chernobyl tercatat mengandung sekitar 180 ton bahan bakar nuklir saat kecelakaan terjadi.

Produk sampingan nuklir seperti cesium, yodium, dan grafit dari reaktor Chernobyl memiliki waktu paruh yang sangat panjang. Ledakan tersebut menyebarkan radionuklida berbahaya ke wilayah Uni Soviet, termasuk Belarusia, Ukraina, dan Rusia modern.

PBB memperkirakan sekitar 50 orang meninggal sebagai dampak langsung bencana tersebut, namun efek jangka panjang diprediksi dapat menyebabkan hingga 4.000 kematian. Hingga kini, limbah tingkat tinggi di lokasi tersebut masih menjadikan Chernobyl zona terlarang bagi pemukiman permanen.

Recommended