Peretas Bobol Akun PlayStation Network Tanpa Email dan Kata Sandi

Kerentanan besar melanda PlayStation Network setelah peretas berhasil membobol akun pengguna tanpa memerlukan email, kata sandi, maupun verifikasi 2FA.

Akun para pengguna PlayStation Network dilaporkan rentan dibobol oleh peretas hanya dengan menggunakan informasi yang sangat minim. Berdasarkan laporan dari Detik iNET pada Kamis (21/5/2026), insiden peretasan massal ini bahkan tetap terjadi meskipun pemilik akun telah mengaktifkan sistem keamanan Autentikasi Dua Faktor.

Para korban yang terdampak mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan siber tidak memerlukan alamat email ataupun kata sandi untuk menguasai akun target. Celah keamanan ini diduga bersumber dari layanan bantuan resmi produsen konsol tersebut.

Melansir laporan dari media asing The Gamer, pelaku penipuan disinyalir masuk ke sistem hanya bermodalkan ID PSN korban dan data contoh riwayat pembelian. Pihak layanan pelanggan Sony dinilai langsung memberikan akses penuh setelah peretas menyodorkan informasi ringkas tersebut.

Kasus ini mencuat ke publik setelah seorang pembuat konten audio PlayStation bernama Colin Moriarty membagikan pengalaman buruknya melalui media sosial X. Akun milik konten kreator terkemuka ini tetap dikuasai pihak lain walau proteksi berlapis sudah dipasang.

"Akun PSN saya diretas, tampaknya sebagai bagian dari serangkaian tindakan canggih yang sedang berlangsung terhadap pengguna biasa maupun 'terkemuka'," kata Moriarty.

Pria yang juga berprofesi sebagai podcaster ini menegaskan dirinya tidak sedang dijebak oleh metode pengingat palsu atau phising. Dia memastikan tidak pernah menekan tautan mencurigakan apa pun, namun mendadak menerima ratusan pesan sampah elektronik saat insiden berlangsung.

"Lalu saya menerima pesan teks yang menyatakan bahwa alamat email PlayStation Network saya telah diubah. Kemudian saya menerima pesan teks lagi yang mengatakan bahwa otentikasi dua faktor (2FA) telah dimatikan," sambungnya.

Atas dasar kronologi kejanggalan tersebut, Moriarty mencurigai adanya keterlibatan pihak internal perusahaan. Ia berspekulasi bahwa ada oknum yang menjual data pelanggan atau memanfaatkan kebocoran data yang terjadi sebelumnya.

Hingga saat ini, pihak Sony selaku pengembang dan pemilik ekosistem belum memberikan pernyataan resmi ataupun langkah mitigasi yang bisa dilakukan oleh para pemain agar terhindar dari peretasan.

Recommended