Umat Islam Masuki Zulkaidah Sebagai Bulan Haram yang Dimuliakan

Bulan Zulkaidah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriah yang memiliki keistimewaan sebagai salah satu bulan haram dan waktu persiapan ibadah haji.

Umat Islam memasuki bulan Zulkaidah yang merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriah pada tahun 2026 ini dengan berbagai keistimewaan spiritual pasca-perayaan Idulfitri di bulan Syawal. Kehadiran bulan ini menandai periode tenang yang dimuliakan sebagai salah satu dari empat bulan haram dalam ajaran Islam.

Dilansir dari Medcom, Zulkaidah memiliki kedudukan istimewa karena termasuk dalam golongan asyhurul hurum bersama Zulhijah, Muharam, dan Rajab. Ketentuan mengenai bulan-bulan yang dimuliakan ini secara resmi tercantum dalam Al-Qur'an surah At-Taubah ayat 36.

Nama Zulkaidah sendiri secara etimologi berasal dari kata qa'ada yang berarti duduk atau beristirahat. Penamaan tersebut merujuk pada tradisi masyarakat Arab masa lampau yang memilih untuk menghentikan peperangan dan beristirahat demi menjaga kedamaian di bulan tersebut.

Ibnu Abbas, sebagaimana dikutip dalam Lathaiful Ma'arif, menjelaskan bahwa Allah SWT meninggikan kehormatan empat bulan haram ini secara khusus. Dampaknya, setiap amal saleh yang dikerjakan di dalamnya akan mendapatkan pahala lebih besar, sementara perbuatan dosa juga memiliki bobot pelanggaran yang lebih serius.

Selain statusnya sebagai bulan haram, Zulkaidah juga menjadi bagian dari bulan-bulan haji sesuai firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 197. Bagi calon jamaah, periode ini merupakan fase krusial untuk persiapan fisik dan mental sebelum menuju puncak ibadah haji di bulan Zulhijah.

Catatan sejarah mencatat bahwa Rasulullah SAW melaksanakan seluruh ibadah umrah beliau di bulan Zulkaidah, kecuali umrah yang dibarengi dengan haji wada. Fakta ini membuat sebagian ulama salaf menilai umrah di bulan ini memiliki keutamaan tersendiri karena mengikuti sunah Nabi.

Dalam tinjauan tafsir surah Al-A'raf ayat 142, para ulama menjelaskan bahwa Zulkaidah merupakan bagian dari tiga puluh malam yang dijanjikan Allah kepada Nabi Musa AS. Periode tersebut kemudian disempurnakan dengan sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijah berikutnya.

Recommended