PT Pertamina Patra Niaga melalui anak usahanya PT Pertamina Retail resmi meluncurkan Outlet Bright Gas di jaringan toko Sampoerna Retail Community (SRC) pada Jumat, 8 Mei 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mendekatkan akses energi elpiji nonsubsidi kepada masyarakat melalui toko kelontong di berbagai wilayah.
Peresmian kolaborasi ini berlangsung di toko SRC YD Makmur Jaya, Bandung, yang menjadi lokasi percontohan awal program tersebut. Dilansir dari Medcom, kerja sama strategis dengan PT Sampoerna Retail Community Indonesia Sembilan (SRCIS) ini menargetkan penguatan peran UMKM dalam rantai distribusi energi nasional.
Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menjelaskan bahwa sinergi ini memanfaatkan jaringan luas toko SRC yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian warga. Fase awal proyek ini telah melibatkan lima outlet aktif yang menyediakan varian Bright Gas 5,5 kg, 12 kg, hingga kemasan kaleng 220 gram.
"Outlet Bright Gas ini adalah salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi Pertamina Patra Niaga beserta SRC. Kami ingin mengembangkan outlet Bright Gas ini menjadi lebih luas lagi, SRC menjual semua produk yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Eko Ricky Susanto, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga.
Bandung Raya ditetapkan sebagai wilayah proyek percontohan dengan target pengembangan mencapai 50 outlet dalam waktu dekat. Secara nasional, Pertamina menargetkan ekspansi jangkauan hingga 1.500 outlet di seluruh Indonesia untuk memastikan pemerataan akses energi.
Direktur Utama PT SRCIS, Romulus Sutanto, menegaskan bahwa kemitraan lintas sektor ini mendukung program pemerintah dalam mendistribusikan energi secara inklusif. Kehadiran produk elpiji di toko kelontong diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pemilik UMKM dan kemudahan bagi konsumen retail.
Yaya Nurhayati, pemilik toko SRC YD Makmur Jaya, memberikan konfirmasi bahwa warga sekitar merespons positif kehadiran layanan ini. Penjualan elpiji di tingkat toko retail dianggap memangkas jarak tempuh masyarakat yang sebelumnya harus menuju pangkalan atau outlet besar yang letaknya lebih jauh.