Momen Idulfitri seringkali dilewati Suhur, seorang Perwira Pekerja di Refinery Unit VI Balongan, jauh dari keluarga. Di saat banyak orang merayakan hari kemenangan, ia justru bertugas di ruang panel kontrol, memastikan proses pengolahan energi berjalan aman dan lancar demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Suhur dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026), pengabdiannya menjaga keberlanjutan energi untuk rakyat Indonesia membuatnya ikhlas meski tak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.
Bagi Suhur, Kilang Balongan adalah bagian penting dalam perjalanan kariernya. Sejak awal kilang beroperasi pada 1993, ia telah turut serta menjaga setiap tahapan pengolahan minyak mentah menjadi berbagai produk bahan bakar.
Suhur adalah satu dari ribuan Perwira Pertamina yang terlibat dalam Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri 2026/1447 H. Pengawasan operasional yang dilakukan tanpa henti oleh para pekerja kilang memastikan kelancaran proses pengolahan energi selama periode Ramadan hingga Idulfitri, saat kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.
Satgas Ramadan dan Idulfitri Pertamina telah aktif sejak 9 Maret hingga 1 April 2026. Langkah strategis ini diambil untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi energi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama selama arus mudik dan balik Lebaran. Pertamina Group bersiaga penuh 24 jam selama periode tersebut.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyatakan bahwa berbagai langkah telah disiapkan untuk menjaga layanan dan pasokan energi. Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak.
Baron menambahkan, "Pada momen Ramadan dan Idulfitri ini, Pertamina telah menyiagakan seluruh infrastruktur energi mulai dari sektor hulu, kilang yang beroperasi penuh hingga sektor hilir yang siaga 24 jam. Kami memproyeksikan adanya kenaikan konsumsi BBM dan LPG, namun Pertamina berharap masyarakat juga ikut bersama-sama menjaga penggunaan energi dengan hemat dan sesuai kebutuhan, sesuai dengan imbauan pemerintah."