Sejumlah perusahaan teknologi menandatangani perjanjian bernama Online Services Accord Against Scams. Kesepakatan ini bertujuan untuk mengembangkan solusi yang lebih menyeluruh dalam memerangi penipuan daring.
Sebanyak 11 perusahaan terlibat dalam perjanjian ini, termasuk Google, Microsoft, Meta, LinkedIn, Amazon, OpenAI, Adobe, dan Match Group, seperti dilaporkan Axios. Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah memberantas penipuan online, terutama yang dilakukan oleh jaringan kriminal yang beroperasi di berbagai platform.
Karen Courington, Vice President of Consumer Trust Experiences di Google, menekankan pentingnya kolaborasi industri dalam mengatasi masalah ini. "Kita tidak menyelesaikan ini sendirian," kata Courington kepada Axios, seperti dikutip dari 9to5Mac, Kamis (19/3/2026). "Kami membutuhkan pemain lain di industri untuk bersatu dalam upaya mengatasi penipuan secara lebih kolektif," sambungnya.
Solusi yang tengah dikembangkan mencakup peningkatan fitur deteksi penipuan, pengenalan fitur keamanan baru bagi pengguna, serta pemberlakuan persyaratan verifikasi yang lebih ketat untuk transaksi keuangan.
Selain itu, perjanjian ini akan menetapkan praktik terbaik dalam mendeteksi, mencegah, dan melaporkan penipuan. Hal ini juga mendorong perusahaan dan penegak hukum untuk saling bertukar informasi. Dari sisi kebijakan, koalisi ini akan mendesak pemerintah untuk menjadikan pencegahan penipuan sebagai prioritas nasional.
Meskipun memiliki cakupan yang luas, implementasi kebijakan yang dirumuskan bersifat sukarela karena kesepakatan ini tidak mengatur sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhinya.
Sebagian besar perusahaan yang terlibat telah memiliki pengalaman dalam melawan penipuan online di platform masing-masing. Meta baru-baru ini mengumumkan serangkaian fitur keamanan untuk WhatsApp, Facebook, dan Messenger yang akan memberikan peringatan kepada pengguna jika ada permintaan pertemanan yang mencurigakan.
LinkedIn pada tahun sebelumnya memperkenalkan persyaratan verifikasi baru bagi perekrut atau eksekutif perusahaan. Tujuannya adalah mengatasi penipuan yang menargetkan para pencari kerja di platform tersebut.