PFpreneur Pertamina Buka Pendaftaran UMKM Perempuan 2026

Pertamina Foundation kembali membuka program PFpreneur untuk UMKM perempuan. Pendaftaran berlangsung 2-29 Maret 2026.

Program pembinaan UMKM perempuan, PFpreneur, kembali hadir tahun ini. Pendaftaran dibuka mulai 2 hingga 29 Maret 2026 melalui laman pertaminafoundation.org.

Inisiatif ini menyasar perempuan WNI dengan usia minimal 18 tahun yang memiliki usaha aktif setidaknya selama enam bulan. Sektor usaha yang dapat mendaftar meliputi kuliner, fashion, kerajinan, serta agribisnis. Pendaftaran wajib dilakukan secara berkelompok, beranggotakan 3-5 orang, dan peserta wajib mengikuti seluruh tahapan seleksi dan pembinaan.

Menurut Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, PFpreneur menjadi langkah awal pembinaan UMKM di lingkungan Pertamina sebelum memasuki program lanjutan.

"PFpreneur ini adalah gerbang emas untuk menuju keluarga besar binaan Pertamina. Dimulai dari PFpreneur, para womenpreneur akan diberikan penguatan fondasi usaha, mulai dari mindset kewirausahaan, penguatan model bisnis dan brand produk, hingga keterampilan digital untuk pengelolaan keuangan dan pemasaran mereka. Ketika fondasinya sudah kuat, mereka akan melaju ke program pembinaan lanjutan, yakni UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator," ujar Rudi, Senin (2/3).

Sejak dimulai pada tahun 2020, program ini telah melatih 6.325 wirausaha perempuan, di mana 840 di antaranya menjadi binaan. Pada gelaran UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator 2025, tujuh binaan PFpreneur berhasil menjadi juara UMK Academy, dan enam lainnya berhasil masuk dalam Top 10 Pertapreneur Aggregator.

Salah satu peserta binaan yang berasal dari Papua, dengan merek Sasagu, mengolah sagu menjadi berbagai produk bebas gluten seperti cookies, tepung premix, dan cake. Produk-produk tersebut telah dipasarkan hingga ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang.

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing para pelaku usaha perempuan.

"Kehadiran program PFpreneur menjadi penting karena womenpreneur bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan terstruktur, PFpreneur diharapkan mampu mencetak womenpreneur yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan siap bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Agus.

Recommended