PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengadakan Iftar bersama media dengan tema "Lentera dalam Makna". Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan media sekaligus memperkenalkan peran PNM dan kisah inspiratif dari para nasabahnya.
Rangkaian acara dimulai dengan workshop baking bersama nasabah PNM Mekaar, di mana para peserta membuat kue nastar. Selain proses pembuatan, peserta juga belajar cara pengemasan nastar yang menarik.
Nastar yang telah dibuat kemudian disumbangkan kepada anak-anak di Yayasan Panti Rumah Azaki sebagai wujud kepedulian sosial PNM selama bulan Ramadan.
Selanjutnya, peserta mengikuti office tour untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja dan layanan yang ditawarkan PNM. Dalam sesi ini diperkenalkan dua layanan permodalan utama, yaitu PNM Mekaar dan ULaMM.
PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) adalah program pembiayaan yang menyasar kelompok perempuan prasejahtera dengan pinjaman kecil tanpa agunan. Sementara ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) ditujukan bagi individu maupun badan usaha mikro hingga kecil yang membutuhkan pembiayaan dengan agunan.
Acara dilanjutkan dengan talkshow bertema "Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar". Dua nasabah inspiratif PNM Mekaar, Tati Mulyani (Ketua Kelompok PNM Mekaar Sumedang) dan Sri Wahyuningsih (Ketua Kelompok PNM Mekaar Lampung), hadir sebagai narasumber.
Tati, nasabah PNM sejak 2017 dengan usaha sembako, memulai usahanya dengan pinjaman awal Rp 3.000.000. Ia mengungkapkan motivasinya bergabung dengan PNM adalah untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
“Awalnya saya ingin bergabung karena ingin membiayai anak. Sekarang saya bangga karena bisa memenuhi kebutuhan anak-anak dan meningkatkan ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Itu semua berkat PNM," ujar Tati, Rabu (11/3/2026).
Sri, yang menjadi nasabah PNM sejak 2023, menjalankan usaha basreng. Ia juga memulai usahanya dengan pinjaman awal sebesar Rp 3.000.000.
Sri menuturkan bahwa dukungan PNM telah mengubah hidupnya. Usaha yang dijalankannya kini memampukannya menghidupi anak-anaknya.
“PNM bukan hanya memberi saya modal, tetapi juga memperbaiki kehidupan saya sehingga saya mampu bangkit dan menjadi cahaya bagi anak-anak saya,” ujar Sri.
Tati dan Sri merasakan manfaat program PNM Mekaar, termasuk akses permodalan dan berbagai pelatihan pengembangan usaha.
Dalam kesempatan yang sama, PNM menyerahkan bantuan Rp 30.000.000 kepada Yayasan Panti Rumah Azaki, sebuah panti disabilitas. Dukungan ini diharapkan memberikan manfaat dan menebarkan semangat berbagi.