Berbagai produsen ponsel pintar mulai mengintegrasikan teknologi Optical Image Stabilization (OIS) ke dalam perangkat segmen harga Rp2 jutaan di pasar Indonesia per April 2026. Fitur yang sebelumnya eksklusif untuk kelas premium ini kini tersedia guna meningkatkan kualitas fotografi malam hari dan stabilitas video.
Teknologi OIS bekerja melalui mekanisme fisik yang menstabilkan lensa menggunakan modul khusus untuk meredam getaran saat pengambilan gambar. Sebagaimana dilansir dari Medcom, kehadiran fitur ini pada ponsel kelas menengah bawah dipicu oleh efisiensi produksi komponen hardware yang semakin berkembang.
Samsung Galaxy A17 menjadi salah satu model terbaru yang menawarkan kamera utama 50MP dengan dukungan OIS. Perangkat ini dilengkapi layar Super AMOLED, chipset Exynos, serta baterai 5.000mAh dengan pengisian daya 25W pada kisaran harga Rp2,6 juta hingga Rp2,9 juta.
Infinix turut bersaing melalui seri Note 50 yang mengusung kamera utama hingga 108MP bersensor stabilisasi fisik. Ponsel ini dibekali RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal 256GB dengan harga jual mulai dari Rp2,7 jutaan di berbagai platform e-commerce.
Tecno meluncurkan Camon 40 yang menonjolkan sensor Sony 50MP OIS dan kamera ultrawide 8MP untuk kebutuhan fotografi minim cahaya. Perangkat ini ditenagai chipset MediaTek Helio G100 Ultimate dan dipasarkan pada rentang harga Rp2,8 juta hingga Rp2,9 juta.
Poco M6 Pro tetap mempertahankan posisinya di segmen ini dengan kamera 64MP OIS dan pengisian daya cepat 67W. Smartphone tersebut menggunakan layar Flow AMOLED 120Hz dan menawarkan kapasitas penyimpanan hingga 512GB untuk mendukung performa chipset MediaTek Helio G99-Ultra.
Lini realme juga menyediakan opsi melalui model realme 13 5G dan realme 12+ 5G yang mengalami penyesuaian harga ke level Rp2,9 jutaan. Kedua model ini menggunakan sensor kamera 50MP OIS dengan dukungan pengisian daya cepat mulai dari 45W hingga 67W.